DKPP Kota Bandung Rutin Gelar Layanan Kesehatan Hewan Keliling

  • 26 Jun 2026 10:13 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung terus memperkuat upaya menjaga kesehatan hewan sekaligus mencegah penyebaran penyakit zoonosis melalui layanan kesehatan hewan keliling bertajuk ‎"Bangsawan" Bandung Jaga Kesehatan Hewan.

‎Melalui program tersebut, petugas DKPP secara rutin mendatangi satu kelurahan setiap pekan untuk memberikan layanan vaksinasi rabies, pemeriksaan kesehatan hewan, serta pengendalian populasi kucing liar melalui program sterilisasi.

‎Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefulloh, mengatakan layanan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesehatan hewan sekaligus melindungi masyarakat dari potensi penularan rabies.

‎"Layanan kesehatan hewan yang kita beri tagline Bangsawan Bandung Jaga Kesehatan Hewan sekarang rutin dilaksanakan ke kelurahan setiap minggu. Jadi kita datang ke kelurahan untuk melakukan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan, terutama hewan yang berpotensi menularkan rabies," ujar Wilsandi, Jumat 26 Juni 2026.

‎Selain memberikan layanan kesehatan, DKPP juga melakukan penangkapan kucing liar untuk menjalani program sterilisasi sebagai upaya mengendalikan populasi. Sebelum dilepasliarkan kembali, kucing-kucing tersebut terlebih dahulu mendapatkan perawatan hingga kondisinya pulih.

‎"Kita juga melakukan penangkapan kucing di wilayah tersebut untuk dilakukan sterilisasi. Setelah menjalani perawatan dan kondisinya benar-benar pulih, baru kita kembalikan lagi ke lokasi asalnya," katanya.

‎Menurut Wilsandi, kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir dari satu kelurahan ke kelurahan lainnya setiap pekan. Program ini telah menjangkau sejumlah wilayah di Kota Bandung, termasuk Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, yang menjadi lokasi pelayanan terakhir.

‎Ia menambahkan, layanan vaksinasi rabies dan pemeriksaan kesehatan diberikan kepada seluruh hewan peliharaan yang dibawa masyarakat. Sementara itu, program sterilisasi lebih difokuskan kepada kucing liar yang populasinya dinilai cukup tinggi.

‎"Kalau untuk vaksinasi rabies dan pemeriksaan kesehatan, seluruh hewan kita layani. Hanya untuk pengendalian populasi, karena yang jumlahnya cukup banyak adalah kucing, maka intervensinya kita fokuskan kepada kucing liar melalui program sterilisasi," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....