Pemkot Bandung Perkuat Layanan Kesehatan Mental hingga Tingkat Kecamatan
- 25 Jun 2026 13:14 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat upaya penanganan kesehatan mental masyarakat melalui peluncuran program Bandung Utama Bagja Sararea (Bangbara). Layanan konseling psikologis ini resmi diluncurkan di Kecamatan Ujungberung sebagai langkah awal menghadirkan akses pendampingan kesehatan mental yang lebih dekat dan mudah dijangkau warga.
Program Bangbara merupakan hasil kolaborasi antara Kecamatan Ujungberung, Dinas Kesehatan Kota Bandung, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung. Kehadiran layanan tersebut diharapkan menjadi ruang aman bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan psikologis, mulai dari menghadapi stres, tekanan hidup, kesedihan berkepanjangan, hingga berbagai persoalan kesehatan mental lainnya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan Bangbara merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan mental yang mudah diakses oleh masyarakat di tingkat kewilayahan.
"Hari ini kita meluncurkan layanan baru, mulai dari Kecamatan Ujungberung. Ini sebuah layanan untuk memberikan konseling psikologis kepada masyarakat yang didukung oleh Dinas Kesehatan dan juga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," ujar Farhan, Kamis 25 Juni 2026.
Menurutnya, layanan tersebut disiapkan sebagai wadah bagi warga yang membutuhkan tempat untuk berbagi cerita, mencari solusi, maupun memperoleh pendampingan dari tenaga profesional.
"Tujuannya tentu saja untuk memberikan ruang-ruang konseling bagi warga masyarakat yang mengalami stres, ingin curhat atau bahkan memiliki kesedihan yang berkepanjangan. Datang saja ke Kecamatan Ujungberung," katanya.
Farhan berharap layanan Bangbara yang dimulai di Ujungberung dapat berjalan efektif dan menjadi model yang nantinya direplikasi di seluruh kecamatan di Kota Bandung. Dengan demikian, akses layanan kesehatan mental dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan bantuan.
Ia menilai persoalan kesehatan mental saat ini menjadi tantangan serius yang harus mendapat perhatian bersama. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya kasus percobaan bunuh diri yang terjadi di Kota Bandung dalam beberapa waktu terakhir.
"Kasus percobaan bunuh diri di Kota Bandung itu hampir setiap minggu terjadi. Jadi itu sudah menjadi indikasi yang sangat serius," ungkapnya.
Selain itu, peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak juga menjadi alasan penting perlunya penguatan layanan pendampingan psikologis dan perlindungan sosial di tengah masyarakat.
Farhan juga mengungkapkan hasil Program Cek Kesehatan Gratis yang dilakukan tahun lalu menunjukkan adanya persoalan kesehatan mental pada kalangan pelajar. Berdasarkan hasil survei tersebut, ditemukan puluhan ribu siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA mengalami gangguan kesehatan mental dengan tingkat keparahan yang beragam.
"Dari hasil survei cek kesehatan gratis tahun lalu, kita mendapatkan fakta bahwa ada puluhan ribu anak-anak SD sampai SMA yang mengalami gangguan kesehatan mental mulai dari stres ringan sampai depresi berat," jelasnya.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Bangbara akan terintegrasi dengan keberadaan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang selama ini dikembangkan oleh DP3A Kota Bandung. Selain tersedia di sekolah dan 12 puskesmas, layanan kesehatan mental kini diperluas hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar semakin mudah diakses masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, memastikan informasi mengenai layanan psikolog kewilayahan akan disosialisasikan secara masif melalui jaringan puskesmas, kader Posyandu, hingga pengurus RW.
Menurutnya, masyarakat nantinya dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh layanan konseling sesuai kebutuhan. Informasi tersebut akan disebarluaskan ke seluruh wilayah Kota Bandung agar manfaat program Bangbara dapat dirasakan secara luas.
"Informasi akan disampaikan melalui puskesmas dan disebarluaskan ke kader Posyandu serta RW. Nantinya masyarakat dapat mendaftar untuk mendapatkan layanan tersebut. Informasi ini akan menyebar ke seluruh wilayah Kota Bandung agar masyarakat bisa mendapatkan manfaatnya," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....