Mayapada Hospital Bandung Luncurkan Wound Care Center untuk Tangani Luka Kronis

  • 25 Jun 2026 12:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID Bandung – Mayapada Hospital Bandung resmi meluncurkan Wound Care Center, Kehadiran pusat layanan ini ditujukan untuk menjawab meningkatnya kasus luka kronis yang membutuhkan penanganan komprehensif dan terintegrasi.Pada Kamis, 25 Juni 2026

‎Layanan Wound Care Center beroperasi setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Pasien yang mengalami luka kronis akan mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, edukasi kepada keluarga maupun caregiver, hingga pemantauan dan evaluasi berkelanjutan.

‎Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, dr. Irwan Susanto Hermawan, MM mengatakan perubahan gaya hidup masyarakat modern memunculkan tantangan baru dalam dunia kesehatan. Terutama terkait penyakit kronis yang berdampak pada munculnya luka yang sulit sembuh.

‎"Seperti kita tahu, seiring dengan perkembangan zaman modern sekarang ini, dan juga kita lihat adanya perubahan pola gaya hidup masyarakat, kondisi-kondisi yang seperti kita ketahui mulai dari diabetes, obesitas, dan juga penyakit-penyakit kronis lainnya, itu menjadi suatu tantangan baru di dalam dunia kesehatan," ujar dr Irwan Kamis 25 Juni 2026.


‎Menurutnya, salah satu tantangan yang paling sering ditemui adalah penanganan luka kronis yang tidak kunjung sembuh akibat diabetes, luka pascaoperasi, tekanan pada bagian tubuh tertentu, hingga gangguan pembuluh darah. "Dan tantangan yang sehari-hari kita hadapi dan tersering yang kita temui adalah penanganan dari luka kronis. Luka kronis yang tidak kunjung sembuh, yang di mana banyak itu akibat dari perubahan pola gaya hidup masyarakat, baik diabetes, entah itu karena luka-luka setelah operasi, karena tekanan-tekanan dari bagian-bagian tubuh tertentu, dan juga kelainan dari vaskular," ujarnya.

‎Mayapada Hospital Bandung menghadirkan layanan yang mengintegrasikan berbagai multidisiplin untuk mempercepat proses penyembuhan. Ia menambahkan, keberadaan pusat layanan ini memudahkan pasien yang selama ini sering kebingungan menentukan dokter spesialis yang harus dituju

‎"Kami hadir di sini dengan Wood Care Center, kami mengintegrasi layanan yang lebih komprehensif, lebih modern, dan juga berkolaboratif dengan multidisiplin, Nah, kondisi-kondisi itu, dengan adanya kehadiran Wood Care Center ini, pasien hanya cukup datang ke satu, yaitu pusat layanan dari Wood Care, maka dokter kami akan melakukan penegakan diagnostik dan mengidentifikasi akar masalah dari luka tersebut seperti apa," ujarnya.

‎Dalam pengembangannya, Mayapada Hospital Bandung menggandeng PT Darya-Varia Laboratoria Tbk untuk menghadirkan teknologi dan inovasi terkini dalam perawatan luka. President Director PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dr. Ian Martin Wibawa Kloer mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan menghadirkan solusi kesehatan yang terintegrasi bagi pasien.

‎"Kami tentunya bekerja sama dan berkolaborasi dengan Mayapada Bandung. Itu kita fokusnya adalah bagaimana mendukung untuk menjadikan Wood Care Center ini menjadi sebuah solusi yang terintegrasi," kata dr Ian.

‎Ia menjelaskan, pihaknya menyediakan berbagai inovasi modern dressing serta teknologi perawatan luka terkini, termasuk Negative Pressure Wound Therapy (NPWT). "Dengan memberikan itu, harapannya adalah pasien bisa mendapatkan penanganan yang lebih menyeluruh, lebih baik, dengan hasil yang tentunya lebih optimal nantinya," ujarnya.

‎Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah Umum Mayapada Hospital Bandung, dr. Desi Novianti, Sp.B menjelaskan bahwa proses penyembuhan luka dipengaruhi banyak faktor, mulai dari infeksi, penyakit penyerta, usia, hingga gaya hidup pasien. "Kalau misalnya pada pasien usia lanjut dengan usia muda, tentunya imunitas dari tubuh pasien pun akan mempengaruhi dari penyembuhan luka," katanya.

‎Menurut dr. Desi, jumlah pasien dengan luka kronis terus mengalami peningkatan. Banyak pasien datang dalam kondisi terlambat karena penanganan yang kurang tepat sejak awal.

‎"Karena ternyata prevalensi makin lama makin meningkat, gitu. Dan banyaknya datang pasien itu karena terlambat penanganannya dan diagnosanya kurang," ujarnya.

‎Ia mengingatkan bahwa luka kronis yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius hingga amputasi. "Kalau pertama, misalnya ada pasien dengan luka, risiko yang paling ditakutkan adalah infeksinya akan bertambah luas, jaringan yang mati juga akan bertambah melebar.Dan risiko yang paling ditakutkan oleh semua pasien adalah amputasi. Itu risiko yang paling ditakutkan oleh pasien. Karena akan menyebabkan penurunan kualitas dari pasiennya" kata dr. Desi.

‎Sebagai contoh keberhasilan penanganan, dr. Desi menceritakan pengalaman menangani pasien diabetes dengan kondisi jari kaki yang sudah menghitam dan sebelumnya disarankan menjalani amputasi hingga mata kaki. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan multidisiplin, pasien berhasil diselamatkan dari amputasi besar dan kini dapat kembali beraktivitas.

‎"Dan bersyukurnya sampai saat ini pasiennya bisa dipraktikkan semula, sudah bekerja kembali, gitu. Enggak perlu amputasi, Hanya amputasi di jari ke-5, ke-4, ke-3, karena sudah menghitam, jadi enggak sampai ke mata kaki.

‎Itu salah satu keberhasilan dari saya."

‎Menurutnya, kasus luka yang ditangani di Wound Care Center tidak hanya berasal dari komplikasi diabetes, tetapi juga akibat gangguan arteri dan vena, luka pascaoperasi, hingga luka akibat kecelakaan. "Dengan adanya Wood Care Center di Mayapada Hospital Bandung, itu sangat membantu buat pasien-pasien," Pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....