Serikat Pekerja MBG Jabar Desak Program Dilanjutkan, Soroti Nasib 1,3 Juta Pekerja

  • 23 Jun 2026 09:51 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Serikat Pekerja Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Barat mendesak pemerintah untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden. Penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai berdampak langsung terhadap jutaan pekerja yang menggantungkan penghasilan dari program tersebut.

Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, program MBG juga disebut telah memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM, petani, peternak, hingga pemasok bahan baku yang terlibat dalam rantai distribusi makanan bergizi bagi pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Diketahui, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara aktivitas MBG seiring masa libur sekolah dan proses pendataan ulang SPPG yang beroperasi di berbagai daerah di Indonesia.

Koordinator Serikat Pekerja MBG Jawa Barat, Muhamad Yusuf Miharja, mengatakan para pekerja MBG merupakan bagian dari pelaksana program strategis nasional Presiden, yang telah mengabdikan waktu dan tenaga untuk memastikan distribusi makanan bergizi berjalan lancar.

Menurut Yusuf, para pekerja berharap mendapat perhatian lebih dari pemerintah, khususnya BGN, terkait keberlanjutan program dan perlindungan tenaga kerja yang terlibat.

Dalam konsolidasi yang dihadiri perwakilan SPPG se-Jawa Barat, serikat pekerja menyepakati sembilan tuntutan yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat melalui aksi penyampaian aspirasi di Jakarta.

Adapun sembilan poin tuntutan yang disepakati: Mendukung Presiden melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis, Mendukung pengusutan dugaan korupsi dalam program MBG, Mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan MBG, Menuntut kepastian hukum pelaksanaan program MBG, Meminta BGN memperhatikan sekitar 1,3 juta pekerja yang kehilangan nafkah akibat penghentian operasional dapur MBG, Menuntut jaminan kesejahteraan dan perlindungan bagi pekerja dapur MBG, Mendorong perubahan status pekerja dapur MBG dari relawan menjadi tenaga kerja, Meminta perhatian terhadap mitra penyedia layanan dan bahan baku MBG, Mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan mendukung implementasi Pasal 33 UUD 1945.

"Kita berencana melayangkan aksi di Senayan pada 29 Juni 2026. Target yang akan hadir sekitar 200 bus, diperkirakan 10 ribu orang dari Jabar, Banten, Jakarta dan beberapa daerah lainnya. Kemungkinan jumlahnya bisa lebih banyak," ujarnya, saat konsolidasi Serikat Pekerja MBG se-Jawa Barat di Kota Bandung, Senin 22 Juni 2026.

Asisten Lapangan (Aslap) Dapur SPPG Kutawaringin Kabupaten Bandung, Restu Risnadi Abdillah, mengungkapkan penghentian sementara program membuat banyak relawan dan mitra kehilangan sumber penghasilan.

Menurutnya, insentif yang diterima dari aktivitas dapur MBG selama ini menjadi penopang kebutuhan ekonomi para pekerja. Ketika operasional berhenti, pemasukan pun ikut terhenti.

"Tentunya sangat jelas, kalau tidak operasional, tidak ada insentif untuk relawan dan mitra. Ini jadi hambatan ekonomi di seluruh aspek. Ada UMKM dan relawan yang kehilangan mata pencarian selama satu bulan ini karena inkonsistensi keputusan BGN," ujar Restu

Restu mengatakan, sejumlah pekerja kini menghadapi kesulitan ekonomi, termasuk dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membayar kewajiban cicilan. ia menilai relawan merupakan ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis karena berperan langsung dalam proses distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Karena itu, ia berharap BGN lebih melibatkan pekerja dan mitra dalam setiap pengambilan keputusan yang berkaitan dengan operasional program. "Yang pertama bagaimana BGN itu bisa lebih kooperatif dalam membuat sebuah keputusan. Tentunya keberpihakannya harus kepada relawan itu sendiri dan mitra," katanya.

Serikat Pekerja MBG Jawa Barat berencana menggelar aksi penyampaian aspirasi di kawasan Senayan, Jakarta, pada 29 Juni 2026. Restu menyebut aksi tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 10 ribu peserta yang berasal dari Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan sejumlah daerah lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....