Tim Hotman Paris Berkomitmen Kawal Kasus Penyekapan Cileunyi hingga Tuntas
- 23 Jun 2026 05:15 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kehadiran Tim Hukum Hotman Paris ke Bandung membawa secercah harapan baru bagi YTR , wanita yang menjadi korban dugaan penganiayaan dan penyekapan sadis selama tiga tahun di Cileunyi, Kabupaten Bandung. Langkah nyata ini menjadi bukti komitmen kuat untuk mengawal kasus kemanusiaan yang telah menyita perhatian publik nasional tersebut hingga tuntas.
Perwakilan Tim Hotman Paris, Raden Reza Pramadia, secara langsung menjenguk korban untuk melihat perkembangan kondisinya. Dalam kesempatan tersebut, sebuah momen emosional terjadi ketika tim hukum memfasilitasi komunikasi langsung via video call antara pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dengan YTR yang tengah terbaring di ruang perawatan.
Interaksi yang berlangsung hangat tersebut menjadi suntikan motivasi yang luar biasa bagi korban. YTR yang masih dalam proses pemulihan psikis dan fisik tampak mengenali dengan baik sosok advokat yang dikenal vokal dalam membela hak-hak kaum marhaen dan korban kekerasan itu.
"Tadi memang kita sempat pas ke dalam gitu kan, dengan Mbak Intan kita video call dengan Bang Hotman Paris. Dan juga bisa bisa interaksi dengan baik sih dan korban juga sangat mengenal sekali dengan Bang Hotman Paris sih," ujar Raden Reza Pramadia saat diwawancarai, Senin 22 Juni 2026.
Reza memaparkan bahwa perbincangan jarak jauh itu memang sengaja dirancang secara singkat demi menjaga kenyamanan dan waktu istirahat korban. Fokus utama dari komunikasi tersebut adalah memberikan dukungan moril dan memantik kembali api semangat hidup di dalam diri YTR setelah melewati masa-masa kelam yang menghancurkan ruang kognitifnya.
"Iya, jadi percakapannya lebih ke semangat untuk sembuh, gitu kan. Terus nanti juga setelah sembuh kita bisa berjumpa, seperti itu sih. Obrolan singkat yang menyemangati dan mendoakan kesembuhannya, jadi nggak begitu lama sih," kata Reza.
Mengenai kondisi kesehatan YTR saat ini, Reza menyampaikan rasa syukurnya atas progres positif yang ditunjukkan oleh korban berdasarkan laporan tim medis. Kendati demikian, dirinya mengakui bahwa siapapun yang melihat langsung kondisi fisik maupun psikis YTR pasti akan merasa iba atas dampak kekejaman yang telah diterimanya selama tiga tahun terakhir.
"Jadi, kondisi korban sih kalau menurut dokter sih sudah sudah sangat membaik sih, alhamdulillah gitu kan. Tapi kita juga ya memang nggak tega sih terlalu lama juga gitu kan. Dan biar beristirahat juga sih, mungkin banyak tamu apa segala macam," ucapnya dengan nada prihatin.
Ketika dikonfirmasi mengenai komitmen hukum ke depan, Tim Hotman Paris menegaskan tidak akan mundur selangkah pun. Mereka memastikan akan terus berdiri di sisi korban dan keluarganya secara total, baik untuk mengawal pemulihan kesehatan YTR maupun dalam membantu kepolisian mempercepat proses penangkapan pelaku yang saat ini masih buron.
"Kita sih pasti akan sesuai dengan komitmen kita, kita pasti akan terus mendampingi sampai semua sehat, terus pelaku juga tertangkap ya," tutur Reza menegaskan garis perjuangan tim hukumnya.
Menutup keterangannya, Reza menyuarakan keresahan mendalam yang dirasakan oleh Tim Hotman Paris sekaligus mewakili rasa keadilan seluruh masyarakat Indonesia. Perbuatan pelaku yang mengisolasi dan menyiksa kekasihnya sendiri dinilai sudah di luar batas kemanusiaan, sehingga penegakan hukum yang seadil-adilnya menjadi harga mati.
"Iya, jadi memang harapan kita mungkin dan semua masyarakat Indonesia ya gitu kan, pelaku ya dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya yang luar biasa sadis begitu," pungkas Reza.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....