B2W Bandung Pasang Ghost Bike di Soekarno-Hatta, Soroti Keselamatan Pesepeda
- 20 Jun 2026 18:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Komunitas Bike to Work (B2W) Bandung melakukan aksi Ride in Peace di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 20 Juni 2026. Kegiatan yang diiringi dengan pemasangan memorial ghost bike tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada pesepeda yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas sekaligus ajakan untuk meningkatkan keselamatan di jalan.
Ghost Bike merupakan sepeda berwarna putih yang ditempatkan di lokasi kecelakaan fatal sebagai simbol peringatan bagi pengguna jalan. Pemasangan memorial itu diharapkan dapat mengingatkan masyarakat maupun pemerintah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Ketua B2W Bandung, Mochamad Andi Nurfauzi, mengatakan Jalan Soekarno-Hatta menjadi salah satu ruas jalan yang dinilai paling berisiko bagi pesepeda di Kota Bandung.
"Ini menjadi pengingat bagi warga dan berbagai pihak bahwa di jalan ini pernah terjadi kecelakaan yang mengorbankan pesepeda. Jangan sampai ada lagi kondisi seperti ini di kemudian hari," ujarnya, Sabtu 20 Juni 2026.
Menurut Andi, persoalan keselamatan pesepeda di koridor Jalan Soekarno-Hatta belum menunjukkan perubahan signifikan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut, kata dia, perlu mendapat perhatian serius karena masih berpotensi menimbulkan korban.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil kajian komunitas bertajuk Pesepeda Udunan Gagasan, Jalan Soekarno-Hatta menempati urutan teratas sebagai koridor jalan dengan tingkat risiko tertinggi bagi pesepeda. Selain itu, Jalan Aceh dan Jalan Wastukancana juga masuk kategori rawan akibat kepadatan lalu lintas dan keberadaan parkir liar.
Andi menilai keberadaan fasilitas pesepeda di Kota Bandung masih belum optimal. Meski Pemerintah Kota Bandung telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Nomor 47 Tahun 2022 yang mengatur puluhan ruas jalan dengan lajur sepeda, implementasinya dinilai masih menghadapi berbagai kendala.
"Pesepeda belum memiliki jalur yang benar-benar terproteksi. Banyak lajur sepeda yang kondisinya rusak, tertutup parkir liar, minim penerangan, bahkan terdapat lubang yang membahayakan pengguna," katanya.
B2W Bandung juga mendorong pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah untuk melakukan audit keselamatan secara terpadu. Langkah tersebut dinilai penting mengingat Jalan Soekarno-Hatta berstatus sebagai jalan nasional yang membutuhkan koordinasi lintas kewenangan.
Ia berharap berbagai pihak dapat segera membahas penambahan fasilitas keselamatan, seperti pelican crossing, jembatan penyeberangan, rambu-rambu pendukung, maupun infrastruktur lain yang dapat meningkatkan perlindungan bagi pengguna jalan non-motor.
Selain pembenahan infrastruktur, B2W Bandung meminta pemerintah daerah lebih tegas dalam menindak pelanggaran yang terjadi di lajur sepeda. Menurut Andi, penegakan aturan menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan ruang yang aman bagi pesepeda.
"Bandung memiliki karakter yang berbeda dengan kota-kota lain. Karena itu, solusi yang dibutuhkan adalah integrasi antara transportasi publik, pesepeda, dan pejalan kaki agar mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih aman dan nyaman," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....