Job Fair Bandung Jadi Harapan Pencari Kerja
- 18 Jun 2026 14:37 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Bursa kerja (Job Fair) yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung di GOR KONI Kota Bandung, Kamis 18 Juni 2026, menjadi peluang bagi ribuan pencari kerja dari berbagai daerah untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.
Salah satu pencari kerja yang hadir adalah Nuril Islamiyah, warga Kabupaten Ciamis. Ia mengaku sengaja datang ke Kota Bandung untuk mengikuti job fair setelah mendapatkan informasi melalui media sosial, khususnya TikTok.
Nuril mengatakan, dirinya telah menyiapkan berbagai dokumen persyaratan dan mencoba melamar ke sejumlah perusahaan yang membuka lowongan pada kegiatan tersebut. Meski latar belakang pendidikan yang dimilikinya tidak sepenuhnya sesuai dengan posisi yang dilamar, ia tetap optimistis karena memiliki pengalaman kerja sebelumnya.
“Kalau yang sesuai pengalaman saya ada beberapa. Saya pernah bekerja sebagai waitress, jadi tadi saya melamar ke beberapa perusahaan, termasuk Ponyo dan Kopi Kenangan,” ujar Nuril saat ditemui di lokasi kegiatan, kamis 18 Juni 2026.
Ia mengaku baru pertama kali mengikuti job fair dan berharap kegiatan tersebut dapat membantunya mendapatkan pekerjaan dalam waktu dekat.
“Saya tahu informasi job fair ini dari TikTok dan media sosial. Saya memang sengaja datang ke sini karena saat ini belum bekerja lagi. Ini pertama kalinya saya ikut job fair dan saya datang bersama paman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja dari setiap pelaksanaan job fair yang digelar.
Menurutnya, Disnaker tidak hanya menyediakan ruang pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan, tetapi juga melakukan evaluasi serta pendataan terkait jumlah peserta yang berhasil diterima bekerja setelah kegiatan berlangsung.
“Selama ini kami selalu mencari data mengenai daya serap tenaga kerja. Setelah kami melakukan komunikasi dengan perusahaan-perusahaan dan meminta laporan melalui sistem New Bima, akhirnya data tersebut bisa terisi. Dari pelaksanaan sebelumnya, tercatat lebih dari 430 orang berhasil terserap ke dunia usaha,” ucapnya.
Ia menjelaskan, peserta job fair tidak hanya berasal dari Kota Bandung, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Jawa Barat bahkan luar provinsi. Karena itu, pihaknya tidak membatasi keikutsertaan hanya untuk warga Kota Bandung.
“Peserta datang dari berbagai kalangan dan berbagai kota. Jadi kami tidak bisa membatasi hanya untuk warga Kota Bandung saja,” katanya.
Selain mendorong penempatan tenaga kerja di dalam negeri, Disnaker Kota Bandung juga terus mengembangkan peluang kerja ke luar negeri. Namun, Yayan mengakui minat generasi muda untuk bekerja di luar negeri masih relatif rendah.
Menurutnya, banyak anak muda yang merasa nyaman tinggal di Kota Bandung sehingga belum tertarik mencari pengalaman kerja di negara lain.
“Anak-anak muda sekarang, khususnya Gen Z, cukup nyaman dengan kondisi Kota Bandung. Fasilitasnya lengkap, iklimnya nyaman, cuacanya enak. Karena itu perlu upaya lebih untuk mensosialisasikan bahwa bekerja di luar negeri juga bisa menjadi peluang besar untuk menambah pengalaman, ilmu, budaya kerja, dan tentu penghasilan,” ucapnya.
Yayan menuturkan, peluang kerja di luar negeri saat ini cukup terbuka lebar, terutama di Jepang. Berbagai sektor membutuhkan tenaga kerja Indonesia, mulai dari bidang konstruksi, mekanik, manufaktur, hingga sektor jasa lainnya.
Untuk mendukung program tersebut, Disnaker Kota Bandung secara rutin melakukan kunjungan ke berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) guna mencari calon tenaga kerja yang berminat bekerja di luar negeri.
“Saya setiap hari Rabu berkeliling mengunjungi LPK-LPK. Saya selalu menanyakan berapa banyak warga Kota Bandung yang berminat bekerja ke luar negeri. Kadang ada yang berminat 10 orang, kadang hanya dua orang,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Bandung juga menyiapkan bantuan biaya bagi calon pekerja migran yang akan diberangkatkan ke luar negeri. Bantuan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pelatihan, pengurusan visa, hingga biaya keberangkatan.
“Kami memberikan subsidi sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta per orang. Karena memang ada kebutuhan biaya untuk pelatihan, tiket, visa, dan keperluan lainnya. Kami akan terus mendorong agar semakin banyak tenaga kerja Kota Bandung yang berani mengambil peluang kerja di luar negeri,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....