Pemkot Bandung: Redkar Garda Terdepan Pencegahan Kebakaran
- 14 Jun 2026 11:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung, terus memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran melalui pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Hingga pertengahan 2026, jumlah anggota Redkar yang telah mendapatkan pelatihan mencapai hampir 1.500 orang yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung.
Sekretaris Disdamkarmatan Kota Bandung, Kurniawan Yusuf, mengatakan keberadaan Redkar menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung tugas petugas pemadam kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
"Sekarang itu sudah hampir 1.500 anggota Redkar yang sudah kita latih. Tugas utama Redkar ada tiga. Yang pertama tentu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Yang kedua melakukan penanggulangan ketika terjadi kebakaran awal. Yang ketiga adalah mengidentifikasi sumber-sumber air dan akses masuk ke medan kebakaran," ujar Kurniawan Yusuf, Minggu 14 Juni 2026.
Menurutnya, seluruh anggota Redkar mendapatkan bimbingan teknis (Bintek) yang berisi materi mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Selain itu, mereka juga dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi berbagai potensi bahaya di lingkungan sekitar, termasuk memetakan sumber air yang dapat digunakan saat kondisi darurat.
Kurniawan menjelaskan, keberadaan Redkar sangat membantu petugas ketika menangani kebakaran di wilayah dengan akses yang sulit dijangkau. Informasi yang diberikan masyarakat sering kali menjadi penentu kecepatan respons petugas di lapangan.
"Kadang-kadang ketika kami menangani kebakaran di area permukiman padat penduduk, GPS mengarahkan ke jalan yang buntu atau tidak memiliki akses menuju lokasi kejadian. Di sinilah peran masyarakat sangat penting untuk membantu tugas kami. Ketepatan informasi agar petugas bisa sampai ke titik lokasi dengan cepat sangat membantu pencapaian response time kami," katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara petugas pemadam kebakaran dan masyarakat menjadi salah satu strategi yang terus diperkuat Pemerintah Kota Bandung dalam membangun budaya sadar kebakaran. Dengan pengetahuan yang dimiliki, anggota Redkar diharapkan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing sehingga risiko kebakaran dapat diminimalkan sejak dini.
Disdamkarmatan Kota Bandung juga menargetkan jumlah dan kualitas anggota Redkar terus meningkat selama periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Program pelatihan akan terus diperluas dengan dukungan anggaran yang memadai dari Pemerintah Kota Bandung dan DPRD Kota Bandung.
"Maka target kami selama periode RPJMD ini akan terus kita genjot dan optimalkan. Tentu dengan dukungan anggaran yang memadai dari Pak Wali Kota dan pimpinan DPRD, agar kami dapat terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat terkait bahaya kebakaran," ungkapnya.
Meski memiliki peran strategis dalam membantu penanganan kebakaran, para anggota Redkar hingga saat ini belum menerima insentif khusus. Kurniawan menegaskan bahwa keikutsertaan mereka murni didasari semangat kerelawanan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
"Belum ada insentif. Ini murni kerelawanan masyarakat, bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungannya," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....