Bojan Hodak Ubah Sistem, Persib Bangkit Jadi Juara
- 14 Jun 2026 07:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kedatangan Bojan Hodak ke Persib Bandung pada awal kompetisi Liga 1 musim 2023/2024 membawa perubahan besar terhadap pola permainan tim berjuluk Maung Bandung. Pelatih asal Kroasia tersebut langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang digunakan tim sebelum dirinya datang.
Perubahan yang dilakukan Hodak menjadi salah satu kisah menarik yang diungkap dalam program The Untold Stories Back to Back Champions Episode 2 yang tayang di kanal YouTube resmi Persib. Dalam tayangan tersebut, ia menjelaskan alasan utama melakukan pembenahan taktik sejak pertama kali menangani tim.
Menurut Hodak, langkah pertama yang dilakukannya adalah mempelajari sistem permainan yang diterapkan sebelumnya. Ia menilai skema tiga pemain belakang yang digunakan saat itu kurang sesuai dengan karakter para pemain yang dimiliki Persib.
“Ada beberapa hal, tapi yang pertama adalah saya ingin melihat sistem apa yang ingin mereka mainkan. Karena, mereka bermain dengan sistem tiga pemain belakang yang saat itu, saya pikir tidak cukup bagus untuk tim dan untuk para pemain yang kami miliki,” kata Hodak, dilansir dari laman resmi Persib, Sabtu, 13 Juni 2026.
Sebelum Hodak bergabung, Persib masih ditangani Luis Milla. Dalam tiga pertandingan awal Liga 1 musim 2023/2024, tim asal Bandung tersebut hanya mampu meraih hasil imbang. Mereka bermain 1-1 melawan Madura United, kemudian ditahan Arema FC dengan skor 3-3, dan kembali berbagi angka setelah bermain 2-2 menghadapi Dewa United.
Setelah Luis Milla meninggalkan kursi pelatih, Persib sempat berada di bawah arahan pelatih sementara Yaya Sunarya. Pada periode tersebut, Pangeran Biru mengalami kekalahan telak 1-4 dari PSM Makassar. Namun, mereka berhasil bangkit dan mengamankan kemenangan 2-1 atas Persik Kediri.
Dalam lima pertandingan pertama musim itu, Persib hanya mencatat satu kemenangan, tiga hasil seri, dan satu kekalahan. Dari lima laga tersebut, mereka mampu mencetak sembilan gol, tetapi juga harus menerima kenyataan kebobolan sebanyak 11 kali. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi Bojan Hodak yang menilai kualitas skuad sebenarnya sangat kompetitif.
Hodak menegaskan bahwa banyaknya gol yang bersarang ke gawang Persib bukan sepenuhnya kesalahan para pemain belakang. Ia justru menilai Nick Kuipers dan Alberto Rodriguez memiliki kualitas yang sangat baik, namun tidak ditempatkan dalam sistem yang paling sesuai.
“Kami kemasukkan banyak gol dan semua orang menyalahkan para pemain bertahan, seperti Nick dan Alberto. Padahal, mereka adalah pemain-pemain yang bagus tapi bermain di sistem yang salah,” ungkap Hodak.
Perubahan strategi yang dilakukan Bojan Hodak kemudian terbukti memberikan dampak positif bagi performa tim. Perlahan, Persib mampu menunjukkan konsistensi permainan yang lebih baik hingga akhirnya berhasil menorehkan prestasi sebagai juara secara beruntun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....