Ciptakan Suasana Kondusif, Pemkot Bandung Intensifkan Patroli 24 Jam

  • 12 Jun 2026 15:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung mengintensifkan patroli keamanan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat TNI, dan Kepolisian guna menjaga kondusivitas wilayah, terutama memasuki masa libur sekolah yang dinilai rawan terhadap berbagai aksi kekerasan yang melibatkan remaja.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan patroli gabungan akan diperkuat dengan melibatkan berbagai unsur keamanan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

‎"Iya, betul. Justru itu, maka memang kita harus lebih intensif melakukan patroli. Sebetulnya dari semalam saya sudah bikin patroli juga, tapi memang kita harus lebih intensif. Kerja sama kita bersama dengan para aparat pun makin diintensifkan. Insya Allah kita akan menurunkan pasukan yang lebih kuat lagi," ujar Farhan, Jumat 12 Juni 2026.

‎Farhan menjelaskan, patroli akan dimulai pada malam hari dengan menyisir sejumlah ruas jalan utama di Kota Bandung, termasuk kawasan Jalan Soekarno. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

‎Ia juga mengaku mendapat informasi bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana turun langsung melakukan patroli di Kota Bandung. Namun demikian, Farhan mengaku belum menerima jadwal maupun arahan resmi terkait kegiatan tersebut.

‎"Saya dengar beliau akan turun juga ke Kota Bandung untuk patroli. Sebetulnya kita menggunakan skema Satgas Anti Premanisme, biar sekalian, karena pada dasarnya tugasnya hampir sama," katanya.


‎Menurut Farhan, peningkatan patroli dilakukan karena terdapat kecenderungan meningkatnya kasus kekerasan yang melibatkan remaja saat memasuki masa libur sekolah. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena sebagian pelaku yang berhasil diamankan masih berusia sangat muda.

‎"Memang ada kecenderungan di mana tingkat kekerasan yang dilakukan oleh remaja terjadi ketika mulai masuk libur masa sekolah ini. Beberapa minggu lalu, beberapa pelaku yang kita tangkap juga usianya antara 15 sampai 16 tahun. Ini sangat-sangat mengkhawatirkan," ungkapnya.

‎Ia menegaskan, patroli tidak hanya bertujuan untuk melakukan penindakan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak kriminalitas sekaligus meningkatkan kepercayaan warga terhadap keamanan lingkungan.

‎Farhan menambahkan, kekuatan utama pengawasan sebenarnya berada di tingkat kewilayahan, baik di kecamatan maupun kelurahan. Karena itu, koordinasi dengan aparat kewilayahan akan terus diperkuat untuk memastikan tidak terjadi aksi kekerasan di lingkungan masyarakat.

‎Sementara itu, untuk pengamanan di jalan-jalan utama, Pemkot Bandung akan bersinergi dengan unsur Kepolisian, Brimob, serta patroli dari Kodim yang akan berkeliling Kota Bandung selama 24 jam.

‎"Iya, patroli nanti malam semuanya akan kita pastikan keamanannya. Mulai dari yang sekadar nongkrong-nongkrong sampai yang lainnya. Yang nongkrong itu bukan mau kita usir, tapi kita pastikan bahwa mereka juga aman dan sama-sama menikmati Kota Bandung," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....