Pemkot Bandung Awasi Distribusi Beras Premium dan Stok Beras Secara Umum

  • 11 Jun 2026 15:36 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung akan memperketat pengawasan terhadap distribusi beras premium di pasaran menyusul meningkatnya permintaan masyarakat yang tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan. Kondisi tersebut menyebabkan beras premium mulai sulit ditemukan di sejumlah titik penjualan, terutama di ritel modern.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan secara umum stok beras di Kota Bandung masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Namun, untuk kategori beras premium, saat ini terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran sehingga memengaruhi ketersediaan di pasar.

‎Menurut Farhan, saat ini terdapat tiga kategori beras yang beredar di masyarakat. Pertama adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan oleh Bulog. Meskipun stoknya melimpah, beras SPHP dinilai kurang diminati oleh sebagian masyarakat karena lebih banyak digunakan untuk kebutuhan industri makanan.

‎“Beras itu kita bagi tiga sekarang. Ada beras SPHP, ini beras dari Bulog. Stoknya banyak sekali, tetapi peminatnya relatif lebih sedikit karena biasanya digunakan untuk industri, seperti pembuatan lontong, ketupat, tahu, dan berbagai produk olahan lainnya,” ujar Farhan, Kamis (11/6/2026).

‎Kategori kedua adalah beras premium yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya yang berbelanja di pasar modern dan ritel modern. Namun, ketersediaan beras premium saat ini mulai terganggu akibat harga dari distributor yang sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).


‎Farhan menjelaskan, kondisi tersebut membuat sebagian pelaku distribusi memilih menahan stok sehingga pasokan yang masuk ke pasar menjadi berkurang. Dampaknya, masyarakat mulai kesulitan mendapatkan beras premium dengan harga yang sesuai ketentuan.

‎“Ini yang sekarang sedang agak langka karena rata-rata harga dari distributornya sudah di atas HET. Akibatnya, sekarang banyak yang menahan barang,” katanya.

‎Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Bandung bersama instansi terkait akan melakukan pengawasan distribusi serta mendorong kelancaran pasokan agar beras premium kembali tersedia secara normal di pasaran.

‎“Ini yang sedang kita dorong agar beras premium kembali ada di pasar. Supply-nya harus cukup sehingga masyarakat bisa mendapatkan lagi beras kelas premium dengan lebih mudah,” ujarnya.

‎Sementara itu, kategori ketiga yakni beras kelas khusus atau beras premium premium dengan kualitas lebih tinggi masih tersedia dalam jumlah yang cukup. Farhan menyebut stok beras kelas khusus tidak mengalami kendala berarti karena segmentasi konsumennya lebih terbatas dibandingkan beras premium reguler.

‎Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di Kota Bandung karena secara keseluruhan stok pangan pokok tersebut masih mencukupi. Pemerintah hanya perlu memastikan distribusi beras premium berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

‎“Kalau beras kelas khusus stoknya juga banyak. Jadi secara umum semua stok beras di Kota Bandung lengkap dan tersedia. Namun khusus beras premium, permintaannya memang lebih tinggi dibandingkan penawarannya. Itu yang menjadi persoalan saat ini,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....