Menjelang Sidang Putusan Pengelolaan Bandung Zoo, FK3I Ingatkan Beberapa Hal

  • 10 Jun 2026 08:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Koordinator FK3I Pusat yang juga Ketua Dewan Daerah WALHI Jawa Barat Dedi Kurniawan, mengingatkan Pemerintah Kota Bandung dan Kementerian Kehutanan agar proses pemilihan bakal calon pengelola Bandung Zoo dilakukan secara transparan, netral, dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi harus bebas dari praktik politik uang maupun indikasi penekanan harga sewa lahan yang berlebihan sebelum pengumuman resmi dilakukan.

Menurutnya, pengelolaan Bandung Zoo bukan semata persoalan bisnis atau investasi, melainkan menyangkut kepentingan lingkungan hidup dan keberlangsungan ekosistem perkotaan. Karena itu, setiap keputusan harus mengedepankan kepentingan publik dan konservasi.

"Jika kedepan ada tata kelola management kan tinggal dilakukan pembenahan dan pembinaan"ujarnya saat dihubungi, Rabu 10 Juni 2026.



FK3I dan WALHI Jawa Barat menilai keterbukaan informasi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi. Seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat menghindari konflik kepentingan yang berpotensi merugikan masyarakat dan lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa fokus utama pengelolaan Bandung Zoo harus diarahkan pada penyelamatan satwa yang selama ini menjadi bagian penting dari kawasan konservasi tersebut. Kesejahteraan satwa harus menjadi indikator utama dalam penentuan pengelola baru.

Selain satwa, kawasan ruang terbuka hijau yang berada di lingkungan Bandung Zoo juga harus mendapatkan perlindungan maksimal. Keberadaan area hijau tersebut dinilai memiliki fungsi ekologis penting bagi Kota Bandung yang terus menghadapi tekanan pembangunan.

Menurutnya, pohon-pohon bernilai tinggi dan berusia tua yang tumbuh di kawasan Bandung Zoo merupakan aset lingkungan yang tidak dapat tergantikan dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, keberlanjutan dan perlindungannya harus menjadi bagian dari komitmen pengelola terpilih.

FK3I juga menyoroti nasib warga yang selama bertahun-tahun menggantungkan kehidupan ekonominya dari aktivitas operasional Bandung Zoo. Mereka berharap kebijakan yang diambil tidak mengabaikan hak hidup masyarakat sekitar.

Keberlangsungan usaha kecil, pekerja, dan pelaku ekonomi yang terkait dengan kawasan tersebut perlu menjadi perhatian serius. Menurutnya, proses transisi pengelolaan harus mempertimbangkan dampak sosial yang mungkin timbul.

Ia menegaskan bahwa pengelola yang terpilih nantinya harus memiliki visi konservasi yang kuat dan mampu menjaga keseimbangan antara fungsi lingkungan, sosial, dan edukasi. Bandung Zoo diharapkan tetap menjadi ruang pembelajaran sekaligus kawasan konservasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

FK3I Pusat dan WALHI Jawa Barat berharap Pemerintah Kota Bandung serta Kementerian Kehutanan dapat mengawal proses pemilihan pengelola Bandung Zoo secara profesional dan terbuka. Dengan demikian, kepentingan satwa, lingkungan hidup, ruang terbuka hijau, serta hak hidup masyarakat sekitar dapat terlindungi secara berkelanjutan."Kami juga sudah siapkan. Kawan Kawan Team Kuasa Hukum jika terjadi hal yang tidak di inginkan"tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....