PCMB Bikin Resah, KDM Datangi Orang Tua dan Wali Murid Beri Penjelasan

  • 09 Jun 2026 16:11 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Menyusul banyaknya protes pola baru Pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun mendatangi para orang tua dan wali murid di kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Selasa 9 Juni 2026. Pola baru tersebut membuat bingung dan meresahkan para orang tua dan wali murid, karena tidak sesuai dengan sistem.

Kebingungan tersebut muncul karena PCMB yang digagas Gubernur, merupakan tahapan baru yang belum banyak dipahami masyarakat. Sejumlah orang tua mengaku kesulitan membedakan antara proses pemetaan dan pendaftaran resmi SPMB.sehingga memicu keresahan dan ketidakpastian mengenai peluang anak mereka diterima di sekolah tujuan.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui bahwa keresahan masyarakat terjadi karena kurangnya penjelasan teknis dari pihak terkait. Menurut KDM sapaannya, SMA dan SMK di Jawa Barat menjalankan tahap PCMB, bukan proses seleksi atau penerimaan murid baru yang sesungguhnya.

"Sebenarnya masalahnya sederhana. Jadi, sekarang ini Dinas Pendidikan Provinsi dan seluruh SMA/SMK di Jawa Barat melaksanakan PCMB, Pemetaan Calon Murid Baru. Belum SPMB, Sistem Penerimaan Murid Baru, nanti dimulai tanggal 15 Juni" ujarnya, di kantor Dinas Pendidikan Jabar, Selasa 9 Juni 2026.

KDM menjelaskan bahwa PCMB merupakan sarana pemetaan minat dan potensi calon murid sebelum pendaftaran resmi dibuka. Dalam tahap ini, siswa mengisi data dan memilih sekolah tujuan sehingga pemerintah dapat memperoleh gambaran distribusi pendaftar.

"Seharusnya pemetaan ini dilaksanakan bulan Maret oleh Disdik, sehingga ada waktu 2 bulan sebelum SPMB, agar pemerintah memetakan supaya siswa yang tidak tertampung di negeri ada solusinya. Apakah penambahan kelas, sewa sekolah atau kerjasama dengan sekolah swasta yang setara negeri. Kesalahannya PCMB dilaksanakan mepet dengan SPMB,” ujarnya.

KDM mengatakan, gagasan PCMB tersebut tidak terpikirkan akan berhubungan dengan persoalan skor nilai dan sistem yang akhirnya membuat resah serta menimbulkan kekhawatiran orang tua pendaftar. “Kita berpikirnya di bulan Maret itu, bahwa aplikasi teknis bisa dilakukan dan ternyata berubah, bisa jadi berbeda,” katanya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi dan Dinas Pendidikan Jawa Barat kata KDM, akan meluruskan persoalan yang ada dan menilai pola PCMB sudah baik, sebagai pemetaan kedepan. Tujuan tidak ada anak di Jabar yang tidak sekolah karena persoalan tidak diterima.

Meski demikian, orang tua siswa yang datang ke Dinas Pendidikan Jabar masih kebingungan bahwa tujuan PCMB belum tersampaikan secara optimal kepada masyarakat. Pasalnya, banyak orang tua khawatir hasil pemetaan akan menentukan nasib anak mereka, padahal tahap tersebut belum menjadi bagian dari seleksi akhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....