Pemkot Bandung Mempercepat Penataan Kabel Bawah Tanah
- 09 Jun 2026 13:49 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung bersama PT Bandung Infra Investama (BII) terus mendorong percepatan penataan infrastruktur telekomunikasi melalui pembangunan jaringan kabel bawah tanah. Sejumlah operator internet dan telekomunikasi pun mulai menyatakan minat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara bersama-sama.
Direktur Utama PT Bandung Infra Investama (BII), Asep Wawan Dharmawan, mengatakan satu kabel yang disediakan mampu menampung hingga 96 core, sehingga dapat digunakan oleh beberapa perusahaan sekaligus. Menurutnya, para operator justru meminta BII untuk memfasilitasi kebutuhan penggelaran jaringan melalui infrastruktur yang telah disiapkan.
"Berdasarkan informasi dari Upjatel Jawa Barat, terdapat sekitar 10 ISP bersama MSN Network yang berminat memanfaatkan fasilitas ini. Kami tentu mendukung penuh," ujar Asep Wawan Dharmawan, Selasa 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan, tarif penggunaan infrastruktur yang ditetapkan saat ini merupakan hasil kesepakatan bersama dan telah menjadi standar yang disetujui oleh sekitar 13 perusahaan yang telah bergabung dalam program tersebut.
"Alhamdulillah sudah ada kesepakatan. Tarif yang ditetapkan merupakan standar dan best practice yang telah disepakati sekitar 13 perusahaan yang sudah bergabung," katanya.
Asep menegaskan, pihaknya tidak berencana mengubah tarif yang telah ditetapkan. Namun, perusahaan yang ingin menekan biaya operasional dapat memanfaatkan skema kolaborasi dengan berbagi penggunaan kabel yang sama.
"Tarif tetap Rp15.000. Namun apabila satu kabel digunakan bersama oleh beberapa perusahaan, biaya tersebut bisa ditanggung bersama sehingga menjadi lebih ringan," ucapnya.
Asep menyampaikan bahwa proses penurunan kabel udara akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh infrastruktur jaringan bawah tanah dipastikan siap beroperasi. Langkah ini dilakukan untuk menjamin tidak terganggunya layanan telekomunikasi kepada masyarakat.
Menurutnya, arahan dari Wali Kota Bandung menekankan pentingnya kesiapan jaringan bawah tanah sebelum dilakukan pemutusan kabel udara.
"Yang paling penting adalah memastikan seluruh jaringan bawah tanah sudah siap terlebih dahulu. Jadi ketika kabel udara diputus, layanan di bawah tanah sudah berfungsi sempurna," katanya.
Ia memastikan pemutusan kabel udara tidak akan dilakukan apabila konektivitas jaringan bawah tanah belum terbangun secara menyeluruh.
"Pemutusan kabel udara tidak akan dilakukan apabila jaringan bawah tanah belum terkoneksi sepenuhnya. Semua harus siap terlebih dahulu, baru kabel di atas diputus," tegasnya.
Meski target awal pelaksanaan penataan kabel udara dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026, BII membuka kemungkinan percepatan apabila seluruh operator telah siap lebih awal.
Selain itu, Pemkot Bandung juga menargetkan perluasan cakupan penataan jaringan di berbagai ruas jalan utama. Hingga akhir tahun, cakupan proyek diharapkan dapat menjangkau sekitar 86 ruas jalan di Kota Bandung.
"Pak Wali Kota juga menyampaikan keinginan agar pada Desember nanti cakupannya bisa lebih luas, bahkan mencapai sekitar 86 ruas jalan. Sebab pembangunan infrastruktur terus berjalan secara bertahap dan berkelanjutan," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....