Pemkot Bandung Cari Solusi Akses Jalan untuk 120 KK Terisolasi di Cisaranten
- 08 Jun 2026 21:42 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga Perumahan Geologi di kawasan Cisaranten yang mengalami keterbatasan akses jalan. Sedikitnya 120 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak akibat akses keluar-masuk permukiman yang tertutup, sehingga aktivitas warga menjadi terganggu.
Permasalahan tersebut mencuat setelah warga menyampaikan langsung keluhannya kepada Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, dalam agenda audiensi di Balai Kota Bandung, Senin 8 Juni 2026. Menurut Erwin, Pemkot Bandung berkomitmen membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk persoalan akses jalan yang dialami warga Perumahan Geologi.
“Ada sekitar 120 kepala keluarga yang terisolasi di kawasan Jalan Cisaranten. Mereka melapor karena akses jalannya tertutup. Prinsipnya, kalau ada masalah yang dihadapi warga, kami akan berupaya membantu mencarikan solusinya,” ujar Erwin, senin 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah terkait. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang, serta pihak kelurahan telah dipanggil untuk membahas langkah penyelesaian yang memungkinkan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Menurut Erwin, salah satu opsi yang tengah dikaji adalah membuka akses jalan melalui area di sekitar rumah susun (rusun) yang berada tidak jauh dari permukiman warga. Namun, langkah tersebut tetap harus memperhatikan aspek hukum dan ketentuan tata ruang.
“Kami sedang mencoba mencari solusi melalui diskusi bersama seluruh pihak terkait. Jika tidak melanggar aturan maupun ketentuan hukum yang berlaku, ada kemungkinan membuka sebagian akses dari area benteng rusun sehingga warga memiliki jalan keluar yang layak,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima Pemkot, kondisi terisolasinya warga bermula dari perubahan kepemilikan lahan di sekitar kawasan tersebut. Sebagian lahan yang sebelumnya menjadi akses jalan diketahui telah dibeli dan kemudian dibangun, sehingga jalur keluar-masuk warga menjadi tertutup.
Akibatnya, warga saat ini hanya memiliki akses terbatas yang dapat dilalui kendaraan roda dua. Kondisi tersebut dinilai tidak ideal, terutama untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari maupun akses kendaraan darurat.
“Hari ini akses yang tersedia hanya jalan kecil yang bisa dilalui sepeda motor. Karena itu kami berupaya mencari jalan keluar agar warga memiliki akses yang lebih memadai,” ungkapnya.
Ia optimistis persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui koordinasi lintas sektor dan dukungan seluruh pihak terkait. Bahkan, hasil pembahasan awal menunjukkan adanya peluang untuk membuka akses baru dengan melakukan penyesuaian pada bagian tertentu dari area pembatas rusun.
Selain itu, Pemkot Bandung juga meminta pihak pengembang dan pengelola kawasan untuk menyerahkan dokumen pendukung yang diperlukan guna memastikan penyelesaian masalah berjalan sesuai regulasi.
“Kami sudah meminta pihak perumahan untuk memberikan dokumen-dokumen yang diperlukan kepada pemerintah. Nantinya akses jalan yang ada akan disambungkan dengan jalur baru yang memungkinkan untuk dibuka,” jelasnya.
Erwin menambahkan, konsep yang sedang dibahas adalah menghubungkan jalan lingkungan warga dengan akses yang berada di sekitar kawasan rumah susun. Dengan demikian, warga akan memiliki jalur keluar-masuk yang lebih aman dan nyaman.
“Intinya, ada kemungkinan dilakukan penyesuaian pada bagian benteng atau pembatas kawasan rusun untuk dijadikan akses jalan. Mudah-mudahan solusi ini bisa segera direalisasikan sehingga warga tidak lagi mengalami kesulitan akses,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....