Cimahi Hadapi Darurat Sampah 250 Ton per Hari, Kolaborasi Pentahelix Diperkuat

  • 08 Jun 2026 21:41 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Kota Cimahi menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah dengan produksi mencapai sekitar 250 ton setiap hari. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat upaya penanganan sampah dari sumber sebelum berakhir di tempat pemrosesan akhir.

Urgensi penanganan sampah semakin meningkat seiring rencana penghentian operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti dalam waktu dekat. Situasi ini menuntut kesiapan seluruh pemangku kepentingan agar tidak terjadi penumpukan sampah yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Pemerintah Kota Cimahi terus mengembangkan berbagai strategi pengurangan sampah secara terpadu. Langkah tersebut dilakukan melalui optimalisasi fasilitas pengolahan sampah yang telah beroperasi serta peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.

Upaya tersebut tidak hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan melibatkan berbagai unsur masyarakat melalui pendekatan pentahelix. Akademisi, dunia usaha, media, komunitas, dan masyarakat diajak berperan aktif untuk menghasilkan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan komitmen bersama dan surat kuasa perjanjian kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Kota Cimahi. Kerja sama itu difokuskan pada penguatan edukasi lingkungan, pengembangan riset, inovasi teknologi, serta keterlibatan mahasiswa dalam mendukung pengelolaan persampahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam menghadapi persoalan sampah yang semakin kompleks. Menurutnya, sinergi seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Chanifah Listyarini. Senin 8 Juni 2026.

Pemerintah Kota Cimahi berharap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi penguat gerakan bersama dalam mengurangi timbulan sampah. Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....