Sekda Subang, Katalog V6 Kunci Belanja Transparan dan Akuntabel

  • 08 Jun 2026 18:48 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Asep Nuroni, membuka kegiatan Peningkatan Tata Kelola Pengadaan, melalui mekanisme transaksi dan tata cara pembayaran e-purchasing, pada Katalog Elektronik Versi 6. Kegiatan berlangsung di Aula Oman Syahroni, Sekretariat Daerah Kabupaten Subang, Senin 8 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkab Subang, dalam mendorong transformasi digital pengadaan barang dan jasa.

Kepala Bagian UKPBJ Setda Kabupaten Subang Bambang Supalar menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman teknis seluruh perangkat daerah. Fokusnya pada mekanisme transaksi, dan tata cara pembayaran e-purchasing Katalog V6.

“Kegiatan ini bertujuan, untuk memperkuat pemahaman mengenai mekanisme transaksi, dan tata cara pembayaran e-purchasing pada Katalog Elektronik Versi 6, sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pengadaan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Subang,” ujar Bambang Supalar.

Sementara itu, Sekda Subang Asep Nuroni menegaskan, digitalisasi pengadaan adalah bagian penting reformasi birokrasi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari efektivitas dan akuntabilitas belanjanya.

“Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang tersedia, tetapi juga ditentukan oleh seberapa efektif, efisien, transparan, dan akuntabel anggaran tersebut dibelanjakan,” tegas Asep Nuroni.

Pemerintah saat ini terus mendorong, agar belanja pemerintah dilakukan secara modern, dan terdokumentasi dengan baik. Katalog Elektronik V6 diarahkan, agar mudah diawasi, serta menghasilkan value for money yang optimal bagi daerah.

“Dalam konteks tersebut, digitalisasi pengadaan melalui Katalog Elektronik merupakan salah satu reformasi birokrasi yang sangat penting. Pemerintah telah mengarahkan, agar belanja pemerintah dilakukan secara lebih modern, terdokumentasi dengan baik, mudah diawasi, serta mampu menghasilkan value for money yang optimal,” jelasnya.

Sekda juga menekankan, pengadaan bukan lagi sekadar proses administratif. Pengadaan telah menjadi instrumen strategis, untuk mendukung pencapaian sasaran pembangunan daerah.

“Pengadaan bukan lagi dipandang sebagai proses administratif yang berdiri sendiri, melainkan telah menjadi instrumen strategis untuk mendukung pencapaian sasaran pembangunan daerah. Oleh karena itu, keberhasilan pelaksanaan APBD tidak hanya diukur dari besarnya serapan anggaran, tetapi juga dari kualitas belanja yang dilakukan,” kata Sekda.

Kegiatan ini dinilai strategis, karena melibatkan seluruh pelaku utama pengelolaan keuangan, dan pengadaan di Pemkab Subang. Hadir Pengguna Anggaran, PPK, Bendahara Pengeluaran, Admin Katalog Elektronik, BKAD, hingga mitra perbankan.

“Menurutnya, kegiatan ini sangat strategis, karena melibatkan para pelaku utama dalam pengelolaan keuangan, dan pengadaan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Kegiatan ini diharapkan bisa membangun dan menciptakan komunikasi dua arah, yang bersifat teknis, bukan kebijakan,” tuturnya.

Sekda menilai hambatan pengadaan sering muncul akibat perbedaan pemahaman di lapangan, bukan karena kurangnya regulasi. Untuk itu, forum penyamaan persepsi seperti ini penting dilakukan secara rutin.

“Saya mengapresiasi langkah UKPBJ Kabupaten Subang, yang secara proaktif menyelenggarakan kegiatan ini, sebagai forum pembelajaran, koordinasi, dan penyamaan persepsi bagi seluruh perangkat daerah. Perbedaan persepsi mengenai mekanisme transaksi, proses pembayaran, kelengkapan administrasi, maupun penggunaan sistem elektronik, dapat menghambat percepatan pelaksanaan kegiatan dan realisasi anggaran,” pungkas Asep Nuroni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....