Pemerintah Kota Bandung Tekan Kenaikan Harga Pangan yang Picu Tingginya Inflasi

  • 08 Jun 2026 16:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung berupaya menekan kenaikan harga pangan yang memicu tingginya inflasi di Kota Bandung. Saat ini, tingkat inflasi Kota Bandung tercatat tertinggi di Jawa Barat, yakni mencapai 0,3 persen.

‎Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kenaikan harga pangan dipengaruhi tingginya permintaan dari masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kota Bandung.

‎"Harga pangan memang menakutkan sekali. Karena Kota Bandung sekarang tingkat inflasinya tertinggi se-Jawa Barat, yaitu 0,3 persen. Diakibatkan oleh permintaan yang sangat tinggi, baik dari warga maupun pengunjung," ujar Farhan, Senin 8 Juni 2026.

‎Menurutnya, geliat sektor kuliner yang sedang berkembang pesat di Kota Bandung turut meningkatkan kebutuhan bahan pangan. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan pasokan dan distribusi yang memadai.

‎"Secara bisnis kuliner, Kota Bandung sekarang memang sedang tinggi-tingginya. Tapi rupanya tidak diimbangi dengan suplai yang cukup baik, khususnya untuk distribusi bahan pangan. Karena itu, kami akan memastikan distribusi bahan pangan dapat bertambah secara signifikan untuk menormalisasi harga," katanya.

‎Farhan menegaskan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) saat ini tengah melakukan pemantauan guna memastikan tidak terjadi penimbunan bahan pangan di gudang-gudang penyimpanan, terutama untuk komoditas beras premium dan kedelai.

‎Ia menjelaskan, langkah yang dilakukan pemerintah mencakup dua fokus utama. Pertama, memastikan distribusi dan pasokan pangan berjalan lancar tanpa gangguan. Kedua, mempercepat penyaluran bantuan bahan pangan dan kebutuhan pokok kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

‎"Ada beberapa hal. Satu, memastikan distribusi dan suplai berjalan dengan lancar, tidak ada kekurangan suplai dan tidak ada disrupsi distribusi. Yang kedua, kami akan menyalurkan lebih banyak dan lebih cepat bantuan bahan pangan dan bahan pokok untuk masyarakat menengah ke bawah," ucapnya.

‎Farhan menambahkan, program bantuan tersebut telah disiapkan oleh Dinas Sosial, DKPP, dan Disdagin, yang sebagian besar bersumber dari program bantuan pemerintah pusat.

‎"Karena kebetulan sekarang dari Dinsos maupun DKPP serta Disdagin sudah punya programnya, dan sebagian besar menyalurkan bantuan dari pemerintah pusat," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....