Antisipasi El Nino Godzilla, BPBD Bandung Petakan 31 Titik Rawan Kekeringan
- 08 Jun 2026 11:36 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung memetakan sebanyak 31 titik wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan akibat fenomena El Nino Godzilla yang diperkirakan memicu kemarau panjang dan cuaca ekstrem pada tahun ini. Antisipasi dilakukan dengan fokus pada penyediaan serta penghematan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan verifikasi terhadap lokasi-lokasi yang selama ini memiliki riwayat kerawanan kekurangan air bersih saat musim kemarau.
"Yang sudah kami lakukan adalah verifikasi lokasi-lokasi yang memiliki pengalaman rawan kebutuhan air bersih saat musim kemarau," ujar Didi Ruswandi saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin 8 Juni 2026.
Berdasarkan data sementara, titik rawan kekeringan tersebar di beberapa kelurahan. Di Kelurahan Ciroyom terdapat delapan titik, Kelurahan Maleber menjadi wilayah terbanyak dengan 14 titik, Kelurahan Cempaka tiga titik, serta Kelurahan Garuda satu titik. Secara keseluruhan, BPBD mencatat sekitar 31 titik yang membutuhkan perhatian khusus.
Didi menjelaskan, hasil perhitungan sementara menunjukkan kebutuhan air bersih di wilayah-wilayah tersebut mencapai sekitar 75.480 liter per hari. Jika seluruh kebutuhan harus dipenuhi melalui distribusi truk tangki, biaya yang diperlukan diperkirakan mencapai sekitar Rp31 juta per hari.
"Sekarang masih kami verifikasi. Kebutuhan airnya sekitar 75.480 liter per hari. Jika harus disuplai menggunakan truk tangki, biayanya sangat besar, bisa mencapai sekitar Rp31 juta per hari," katanya.
Menurutnya, verifikasi dilakukan untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat di setiap lokasi. Sebab, sebagian warga masih memiliki sumber air untuk kebutuhan tertentu seperti mandi dan mencuci, namun mengalami keterbatasan untuk kebutuhan air minum.
"Kami sedang mendata mana yang benar-benar membutuhkan suplai penuh dan mana yang hanya membutuhkan untuk kebutuhan tertentu, seperti air minum," ucapnya.
Selain menyiapkan distribusi air bersih, BPBD juga mengkaji kemungkinan pembangunan sumber air baru melalui pengeboran sumur. Usulan tersebut muncul dalam rapat pemerintah yang dipimpin Wali Kota Bandung dan melibatkan sejumlah pihak, termasuk TNI.
"Kami sedang melakukan survei lokasi yang memungkinkan untuk titik pengeboran. Informasinya, jika memungkinkan, TNI juga siap membantu," katanya.
Dalam upaya jangka panjang, BPBD Kota Bandung juga menyiapkan program penanaman pohon bersama organisasi pecinta alam Wanadri untuk meningkatkan daya resap tanah dan memperkuat ketahanan sumber air tanah.
Program penghijauan tersebut akan difokuskan di kawasan Bandung Timur dan Bandung Utara. Berdasarkan hasil pendataan bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), terdapat lebih dari 100 hektare lahan yang berpotensi dijadikan lokasi penanaman.
"Banyak lahan yang sudah didata bersama DPKP, luasnya lebih dari 100 hektare. Saat ini sedang disurvei satu per satu. Mudah-mudahan mulai Juli kami sudah bisa memulai penanaman," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....