Sidak Pasar BULOG Jabar Ungkap Harga Pangan Stabil, Stok Beras Berlimpah

  • 07 Jun 2026 12:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap gejolak ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah, Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Barat membawa kabar yang menenangkan. Hasil inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Astana Anyar, Kota Bandung, menunjukkan mayoritas harga bahan pokok penting masih dalam kondisi stabil.

Sidak yang dilakukan bersama Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan pada Minggu 7 Mei 2026, itu menjadi bagian dari upaya memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan harga tetap terkendali di tingkat konsumen.

Pimpinan Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo, mengatakan hasil pemantauan di sejumlah kios dan toko menunjukkan belum ada lonjakan harga yang berarti pada komoditas pangan utama. "Tadi setelah kita berkeliling ke beberapa toko, untuk beberapa komoditi alhamdulillah harga masih relatif stabil, tidak ada kenaikan," ujar Nurman usai sidak.

Komoditas seperti beras, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah masih diperdagangkan pada kisaran harga yang relatif terkendali. Bawang merah dan bawang putih dijual sekitar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai merah berada pada kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

Meski demikian, BULOG masih mencermati harga daging sapi yang bertahan di level Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram. Menurut Nurman, pihaknya akan menelusuri kondisi harga di tingkat hulu untuk mengetahui faktor yang memengaruhi tingginya harga komoditas tersebut.

"Untuk komoditi daging sapi memang harganya masih cukup tinggi. Nanti akan kami cek kembali harga di tingkat hulunya seperti apa, di sananya berapa. Kita akan usulkan untuk intervensi harga agar bisa sedikit turun," katanya.

Di sisi lain, masyarakat memperoleh kabar baik dari komoditas protein hewani lainnya. Harga daging ayam dan telur saat ini berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah. Telur ayam tercatat sekitar Rp26.000 per kilogram, sementara daging ayam berada di kisaran Rp36.000 per kilogram.

Selain menjaga pasokan melalui program stabilisasi harga pangan, BULOG Jawa Barat terus menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat. Program tersebut dinilai turut membantu menjaga keseimbangan pasar karena sebagian kebutuhan rumah tangga telah dipenuhi langsung melalui bantuan pemerintah.

"Dengan adanya penyaluran bantuan pangan ini, masyarakat penerima manfaat sudah mendapatkan beras dan minyak goreng langsung. Otomatis mereka tidak perlu membeli ke pasar untuk kebutuhan satu hingga dua bulan ke depan. Harapannya, demand atau permintaan di pasar berkurang, sehingga harga tetap stabil," ujar Nurman.

Hingga awal Juni 2026, pengadaan beras di Jawa Barat telah mencapai sekitar 590.000 ton atau sekitar 70 persen dari target tahunan. Sementara itu, stok beras yang tersimpan di gudang BULOG Jawa Barat mencapai 850.000 ton.

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok beras yang dikuasai BULOG Jabar saat ini mencapai 850.000 ton. Ini sangat cukup bahkan aman sampai dengan tahun depan. Karena stok kita melimpah, BULOG Jabar saat ini malah ikut membantu menyuplai kebutuhan provinsi lain seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, hingga Kalimantan Barat," tuturnya.

Untuk memperkuat ketahanan pangan jangka panjang, pemerintah juga mempercepat pembangunan enam gudang BULOG baru di Jawa Barat. Gudang-gudang tersebut tersebar di Karawang, Cirebon, Bandung, dan Subang yang merupakan daerah sentra produksi padi.

"Saat ini semuanya sedang dalam proses pembangunan. Mudah-mudahan tahun depan 2027 infrastruktur ini sudah bisa beroperasi secara optimal untuk memperkuat ketahanan pangan kita," kata Nurman.

Bulog telah mendistribusikan Minyak kita ke pasar rakyat, dan Pedagang yg menjual Minyak kita dari bulog menjual sesuai ketentuan het yg berlaku. “Apabila ada pedagang yg menjual diatas het, tentunya bukan bagian dari jaringan pengecer/ disuplay oleh bulog,” terangnya.

Menurut dia, BULOG bersama Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Barat akan terus memantau rantai distribusi pangan. Langkah itu dilakukan agar pasokan tetap lancar dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

"Jika ditemukan indikasi sumbatan atau lonjakan harga sepihak di tingkat distributor maupun pedagang, pemerintah tidak akan segan mencari jalur suplai alternatif (supplier lain) agar harga pangan di Jawa Barat stabil," ujarnya.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung, hasil sidak di Pasar Astana Anyar memberikan sinyal positif bahwa ketahanan pangan Jawa Barat tetap terjaga. Ketersediaan stok yang melimpah, distribusi yang terus diawasi, serta dukungan infrastruktur baru menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas harga pangan bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....