Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Warga Diajak Kelola Sampah dan Perkuat Aksi Iklim
- 06 Jun 2026 20:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah dan penghijauan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar di Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Sabtu 6 Juni 2026.
Mengusung tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim", kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus ajakan untuk mendorong partisipasi masyarakat menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Bandung Barat diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader PKK tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, kelompok kerja (Pokja) III, pegiat lingkungan, sekolah berstatus Adiwiyata, Forum Bank Sampah, hingga pengelola Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Ranca Bereska.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Zamilah Floreta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni.
“Isu perubahan iklim saat ini tidak dapat dipisahkan dari persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Pengelolaan sampah yang baik merupakan salah satu langkah sederhana tetapi berdampak besar dalam upaya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim," ujarnya.
Selain mengikuti sesi edukasi, peserta juga diajak mengunjungi lokasi pengelolaan sampah di TPS Ranca Bereska, Batujajar Barat. Dalam kunjungan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses pengolahan sampah organik dan anorganik yang dilakukan masyarakat setempat.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pemanfaatan maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomis. Melalui kegiatan tersebut, DLH Bandung Barat berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing.
"Kami ingin peserta yang hadir tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga mampu menyampaikan kembali kepada masyarakat di wilayahnya agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat semakin berkembang," kata Zamilah.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga menggelar penanaman pohon secara simbolis. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mengurangi dampak polusi udara.
Ia menilai kegiatan edukasi kepada kader PKK mengenai pemilahan sampah rumah tangga menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran lingkungan dari tingkat keluarga. "Masyarakat perlu memahami bahwa sampah organik dan anorganik memiliki cara pengelolaan yang berbeda. Jika dipilah sejak awal, manfaatnya akan jauh lebih besar bagi lingkungan," ujarnya.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat ingin memperkuat kesadaran masyarakat bahwa upaya menjaga lingkungan memerlukan keterlibatan semua pihak.
Pengelolaan sampah dari sumbernya, pengembangan bank sampah, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, hingga penghijauan dinilai menjadi langkah konkret yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung aksi iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....