Danramil Ciasem Ajak Warga Jatibaru, Wujudkan Parkir Rapi Demi Masa Depan KDKMP

  • 05 Jun 2026 20:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Mentari Jumat pagi belum tinggi, tapi semangat warga Dusun Jatiroke RT 01 RW 04 Desa Jatibaru, Kecamatan Ciasem, sudah menyala. Puluhan orang berkumpul di lahan parkir Koperasi Desa Koperasi Merah Putih (KDKMP) Jatibaru, untuk satu tujuan yaitu mengurug, dan meratakan lahan yang selama ini becek dan berlumpur saat hujan.

Kegiatan karya bakti ini bukan agenda seremonial. Ini kerja nyata. Koramil 0506/Ciasem, bersinergi dengan Pemerintah Desa Jatibaru, pengurus KDKMP, para kepala dusun, RT, RW, dan seluruh lapisan warga. Satu barisan, satu tujuan.

Komando langsung di lapangan dipegang Danramil 0506/Ciasem Kapten (Inf) Amin. Sebelum cangkul pertama menghujam tanah, Danramil mengumpulkan seluruh personil dan warga, untuk apel singkat. Di situlah lahir arahan yang menggugah.

“Lahan parkir yang rapi bukan sekadar biar enak dipandang mata,” buka Kapten Amin dengan suara tegas. “Ini soal martabat desa kita. Tamu datang, investor datang, mereka lihat dulu parkirnya. Kalau dari parkir saja sudah becek, kumuh, orang langsung mundur. Tapi kalau rapi, tertata, orang betah. Kalau orang betah, UMKM kita laku. Ekonomi warga jalan,” tegasnya.Jumat 5 Juni 2026.

Arahan bergeser ke makna kemanunggalan. Sang Danramil mengingatkan, sejarah dan jati diri TNI. “TNI itu anak kandung rakyat. Kita besar karena rakyat, kita kuat karena rakyat. Hari ini kita tidak sedang ‘membantu warga’. Kita sedang bekerja untuk rumah kita sendiri. Jatibaru maju, kita semua yang bangga,” tutur Kapten Amin.

Kalimat itu disambut anggukan dan tepuk tangan warga. Batas antara seragam loreng dan baju warga sipil seolah hilang. Yang tersisa hanya warga Jatibaru yang sama-sama memegang cangkul dan sekop.

Kapten Inf Amin lalu menepis keluhan “kerja berat”. “Tidak ada pekerjaan berat, kalau dikerjakan bersama. Tanah sekarung terasa ringan, kalau kita pikul bareng-bareng. Inilah gotong royong. Inilah Indonesia. Jangan tunggu anggaran turun dulu baru kerja. Kalau niatnya untuk desa, tangan dan tenaga kita ini anggarannya,” paparnya.

Fokus arahan kemudian mengerucut ke KDKMP Jatibaru. Menurut Danramil, KDKMP bukan sekadar nama. Ini masa depan desa. “KDKMP ini etalase Jatibaru. Di sinilah kreatifitas anak muda, produk UMKM ibu-ibu, semua dipamerkan. Masa etalasenya parkirnya becek?, Yuk kita benahi dari hal kecil. Dari parkir yang tidak becek, lahir desa yang disegani,” tegas dia.

Yang membuat arahan itu “mengena” adalah keteladanan. Usai memberi pengarahan, Kapten Amin langsung turun ke barisan paling depan. Beliau ikut mengangkat tanah, meratakan urugan, berkeringat bersama Babinsa dan warga. Tanpa jarak, tanpa sekat.

Sementara itu, Kepala Desa Jatibaru Jaya yang hadir di lokasi mengaku tergerak. “Pak Danramil tidak banyak bicara di meja. Beliau bicara lewat tindakan. Kami jajaran Pemdes jadi malu kalau tidak ikut terjun. Ini pelajaran kepemimpinan yang mahal harganya,” ucap Jaya.

Pengurugan lahan parkir ini menyasar titik-titik rawan genangan. Dengan tanah yang dipadatkan dan ditinggikan, akses pengunjung ke KDKMP dipastikan lebih aman. Pedagang tidak lagi khawatir dagangannya kotor. Wisatawan tidak lagi berpikir dua kali untuk datang saat musim hujan.

Kegiatan berakhir menjelang siang. Keringat bercampur lumpur, tapi wajah-wajah di sana sumringah. Tidak ada upah, tidak ada bonus. Yang ada hanya rasa puas, karena bisa berbuat untuk kampung sendiri.

“Selama kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif,” tutup Kapten Inf Amin. “Tapi yang paling penting, kondusifnya hati warga. Itu modal utama membangun desa,” tutupnya.

Karya bakti di KDKMP Jatibaru hari ini sekali lagi membuktikan, selama TNI dan rakyat masih satu napas, tidak ada pembangunan yang mustahil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....