Pemkot Bandung Sambut Baik Bantuan Mesin Pengolah Sampah Dari Pemprov Jabar

  • 05 Jun 2026 16:02 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan memberikan bantuan mesin pengolahan sampah bagi setiap kelurahan di Kota Bandung. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pengelolaan sampah dari sumbernya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA).

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi komitmen Gubernur Jawa Barat yang telah menyampaikan rencana bantuan tersebut kepada pemerintah daerah.

‎"Jadi akan diupayakan. Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur yang akhirnya berjanji akan membantu, seperti yang diumumkan tadi. Di setiap kelurahan akan ada mesin pengolahan sampah," ujar Farhan, Jumat 5 Juni 2026.

‎Meski demikian, Farhan mengaku belum mengetahui secara rinci jenis teknologi atau mesin yang akan diberikan oleh Pemprov Jabar. Menurutnya, seluruh pengadaan mesin tersebut akan menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

‎"Saya belum tahu persis mesin pengolahannya seperti apa. Itu mesinnya dari Gubernur 100 persen, apakah insinerator atau teknologi lainnya, kami masih menunggu informasi lebih lanjut," katanya.


‎Selain mempersiapkan pengelolaan sampah berbasis kelurahan, Pemkot Bandung juga tengah mengkaji kemungkinan memiliki fasilitas pengelolaan atau tempat pembuangan sampah sendiri sebagai solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah di Kota Bandung.

‎Farhan menjelaskan, saat ini pemerintah kota masih mencari lokasi yang memungkinkan untuk dijadikan fasilitas pengelolaan sampah. Beberapa opsi yang pernah dipertimbangkan sebelumnya belum dapat direalisasikan karena terkendala jarak dan berbagai faktor lainnya.

‎"Untuk masa transisi, kita tetap membutuhkan TPA. Yang penting sekarang kita siapkan dulu lahannya dan mengurus seluruh perizinannya. Kalau memungkinkan tentu akan kami lanjutkan," ujarnya.

‎Menurut Farhan, konsep pengelolaan sampah saat ini tidak lagi semata-mata berfokus pada tempat pembuangan akhir, melainkan pada fasilitas pengolahan yang mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sebelum residunya dibuang.

‎"Kalau tidak memungkinkan menjadi TPA, tidak apa-apa. Sekarang konsepnya adalah tempat pengolahan sampah. Jadi kita harus membangun fasilitas pengolahan dalam skala besar," ucapnya.

‎Ia juga menyinggung kondisi fasilitas pengelolaan sampah di Legok Nangka yang hingga kini belum sepenuhnya siap beroperasi. Menurutnya, meskipun area penampungan telah tersedia, fasilitas pengolahannya masih belum selesai dibangun sehingga sampah dari Kota Bandung belum dapat dikirim ke lokasi tersebut.

‎"Karena di Legok Nangka fasilitas pengolahannya belum jadi. Walaupun tempat penampungannya ada, kita belum boleh membawa sampah ke sana," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....