Komisi VII DPR RI Dukung Cimahi Menjadi Kota Animasi Nasional

  • 05 Jun 2026 15:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Komisi VII DPR RI menyatakan dukungannya terhadap upaya menjadikan Kota Cimahi sebagai pusat pengembangan animasi nasional. Dukungan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional ke PT Ayena Mandiri Sinema (Ayena Studio) di kawasan Baros, Kota Cimahi, Jumat 5 Juni 2026.

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menilai setiap daerah perlu memiliki identitas dan keunggulan yang khas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, Cimahi memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kota animasi karena didukung talenta kreatif dan ekosistem industri yang terus tumbuh.

“Saya setuju Cimahi menjadi kota animasi sehingga orang datang ke sini bukan hanya untuk wisata atau kuliner, tetapi juga untuk belajar dan mengembangkan animasi,” ujar Saleh.

Ia mencontohkan sejumlah kota di berbagai negara yang berkembang karena memiliki spesialisasi sektor tertentu. Konsep serupa dinilai dapat diterapkan di Indonesia dengan menjadikan Cimahi sebagai pusat industri animasi nasional.

Saleh mengatakan minat generasi muda terhadap animasi terus meningkat seiring perkembangan teknologi digital. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah perlu bersinergi untuk menciptakan ruang belajar sekaligus industri yang mampu menampung potensi tersebut.

“Kami di DPR akan mengawal agar pengembangan Cimahi sebagai kota animasi mendapat perhatian dan dukungan yang diperlukan,” ucapnya.

Sementara itu, CEO PT Ayena Mandiri Sinema, Robby UL Pratama, mengatakan Cimahi memiliki potensi besar sebagai pusat industri animasi karena didukung banyak talenta muda kreatif. Meski hanya memiliki tiga kecamatan, Kota Cimahi dinilai menyimpan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan karya berstandar internasional.

“Kami berharap Cimahi semakin dikenal sebagai kota yang memiliki talenta dan karakter animasi yang mampu bersaing di tingkat global,” kata Robby.

Ia menjelaskan Ayena Studio saat ini mengembangkan berbagai proyek animasi dua dimensi dan tiga dimensi yang melibatkan puluhan animator lokal. Salah satu proyek internasional yang sedang dikerjakan merupakan film koproduksi bersama rumah produksi asal Rumania, Opal Production.

“Sekitar 90 persen proses produksi film tersebut dikerjakan di Cimahi dengan melibatkan sekitar 50 animator,” jelasnya.

Menurut Robby, kerja sama internasional tersebut berawal dari keberhasilan Ayena Studio mengerjakan film pendek milik mitra asal Rumania. Kepuasan atas hasil kerja itu kemudian membuka peluang kolaborasi yang lebih besar dalam produksi dan distribusi film.

Ia menambahkan animasi memiliki keunggulan sebagai aset intelektual yang bersifat jangka panjang dan dapat terus dimanfaatkan dalam berbagai bentuk distribusi. Karakteristik tersebut menjadikan animasi sebagai salah satu sektor industri kreatif yang memiliki prospek cerah di masa depan.

“Indonesia memiliki talenta luar biasa dan potensinya sangat besar untuk membangun serta menjual IP lokal sendiri ke pasar dunia,” kata Robby.

Kunjungan Komisi VII DPR RI diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem industri animasi nasional sekaligus mempercepat terwujudnya Cimahi sebagai salah satu pusat animasi unggulan di Indonesia. Dukungan regulasi, pembiayaan, dan pengembangan sumber daya manusia dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan target tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....