TPA Sarimukti Hanya Bisa Bertahan Sampai Oktober, Pemprov Berpacu Dengan Waktu
- 05 Jun 2026 12:31 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat memperkirakan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat hanya mampu menampung sampah hingga Oktober 2026. Proyeksi ini lebih cepat dari rencana awal yang disusun saat perluasan kawasan dilakukan.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA Regional DLH Jawa Barat, Arief Perdana, menyebut hasil evaluasi terbaru menunjukkan daya tampung aktual Sarimukti tidak sesuai dengan asumsi dalam Detail Engineering Design (DED). “Awalnya DED-nya itu daya tampung sekitar 2 juta ton, dengan asumsi 3.000 ton sampah per hari. Setelah dihitung kembali, ternyata kapasitas Sarimukti hanya bisa bertahan sampai Oktober 2026,” ujarnya, Kamis 4 Juni 2026.
Menurut Arief, perluasan Sarimukti dirancang menampung sekitar 2 juta ton sampah dengan asumsi proses penataan dan pemadatan landfill berjalan sesuai standar teknis. Namun, sejumlah kendala operasional membuat pemadatan tidak optimal sehingga kapasitas aktual lebih rendah dari perencanaan.
Ia menambahkan, pembatasan timbulan sampah sempat direncanakan hanya 1.500 ton per hari agar bisa bertahan dua tahun. Namun, kondisi di lapangan berbeda karena pemadatan dan pembentukan landfill tidak maksimal. “Akibatnya, secara visual TPA terlihat hampir penuh meski perhitungan volume masih dalam kisaran tertentu,” jelasnya.
Situasi ini menjadi peringatan bagi daerah-daerah yang selama ini mengandalkan Sarimukti sebagai lokasi pembuangan akhir, terutama wilayah Bandung Raya. Arief menekankan, pengurangan timbulan sampah dari sumber harus menjadi prioritas agar beban yang masuk ke Sarimukti dapat ditekan.
“Karena itu Pak Gubernur menyarankan agar kabupaten dan kota melakukan upaya ekstra. Kalau hanya mengandalkan Sarimukti, buktinya hanya bisa bertahan sampai Oktober 2026. Jadi memang harus ada langkah nyata untuk mengurangi sampah dari sumbernya,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini terus mencari berbagai langkah untuk memperpanjang usia layanan TPA Sarimukti. Namun, upaya tersebut dinilai tidak akan cukup tanpa keterlibatan pemerintah kabupaten dan kota dalam mengurangi volume sampah yang dihasilkan setiap hari.
Dengan kondisi ini, pengelolaan sampah di Jawa Barat menghadapi tantangan serius. Kolaborasi lintas daerah menjadi kunci agar keberlanjutan layanan TPA Sarimukti tetap terjaga, sekaligus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....