Bupati Reynaldi Tinjau Lokasi Pergerakan Tanah di Desa Cupunagara Cisalak

  • 04 Jun 2026 15:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Komitmen pemerintah hadir di tengah masyarakat, kembali ditegaskan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, yang akrab disapa Kang Rey. Rabu 3 Juni 2026.Kang Rey meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Kampung Ciwangun Desa Cupunagara Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemkab Subang, terhadap bencana pergeseran tanah yang terjadi sejak 11 Mei 2026. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Subang, bencana tersebut menyebabkan sedikitnya 25 unit rumah warga mengalami retak, dan kerusakan struktur. Sekitar 240 jiwa terdampak dan harus menjalani hari-hari dengan rasa cemas.

Setibanya di lokasi, kehadiran Kang Rey disambut antusias warga Kampung Ciwangun. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Kang Rey duduk bersama masyarakat, mendengarkan langsung kondisi, keluhan, hingga harapan mereka pascabencana.

"Dialog terbuka ini menjadi ruang bagi warga, untuk menyampaikan realita di lapangan tanpa sekat birokrasi," ujar Kang Rey.

Kang Rey juga menyerahkan berbagai bentuk bantuan. Bantuan sebesar Rp 25 juta disalurkan melalui Baznas Kabupaten Subang, paket sembako dari Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Subang, serta bantuan pribadi dari Kang Rey sebesar Rp 25 juta. Seluruh bantuan akan didistribusikan sesuai tingkat kerusakan rumah yang dialami warga, agar tepat sasaran dan adil.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Daerah melalui BPBD, telah mengajukan permohonan kajian teknis kepada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Kajian ini bertujuan mendapatkan rekomendasi ilmiah, terkait mitigasi dan keselamatan masyarakat di zona rawan pergerakan tanah.

“BPBD sudah melakukan kajian awal, bahwa secara teknis wilayah ini sebetulnya perlu direlokasi. Namun kami memahami, bahwa masyarakat di sini sudah tinggal bertahun-tahun, bahkan turun-temurun. Karena itu kami mencari alternatif solusi lain, yang tetap mengutamakan keselamatan warga,” jelasnya

Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah, penggunaan konstruksi bangunan lebih ringan seperti rumah kayu, atau rumah panggung. Konsep ini diyakini dapat mengurangi beban pada tanah yang labil.

“Saya minta BPBD melakukan kajian lebih lanjut. Jika secara ilmiah memungkinkan, dan rumah yang lebih ringan dapat mengurangi risiko, maka secara bertahap, Pemda akan hadir membantu pembangunan rumah panggung bagi masyarakat di sini,” tutur dia. .

Selain aspek hunian, dirinya juga menyoroti kebutuhan perbaikan fasilitas umum di Kampung Ciwangun. Mengingat lokasi desa yang berada di perbatasan Subang–Bandung Barat, dan cukup terpencil, akses infrastruktur menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu ia mendorong kolaborasi lintas sektor melalui program CSR.

“Kami akan menggandeng BUMN, BUMD, maupun pihak swasta, untuk membantu pembangunan fasilitas umum. Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini, kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi, tanpa hanya mengandalkan APBD. Gotong-royong harus jadi budaya kita,” kata dia.

Kunjungan ini menjadi simbol, bahwa pelayanan pemerintah tidak berhenti di pusat kota. “Bukan hanya masyarakat di Cupunagara, tetapi seluruh masyarakat Subang harus merasakan kehadiran pemerintah. Kami tidak ingin ada satu pun warga yang merasa diabaikan. Ini ikhtiar dan perjuangan kami memberikan pelayanan terbaik,” pungkas Kang Rey.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....