Serapan BULOG Tembus 3 Juta Ton, Kanwil Jabar Sumbang 16% Pengadaan Nasional

  • 04 Jun 2026 13:24 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat terus mempercepat penyerapan gabah dan beras petani untuk mendukung pencapaian target pengadaan tahun 2026. Hingga awal Juni 2026, realisasi serapan di Jawa Barat tercatat mencapai 491.297 ton setara beras atau sekitar 70,75 persen dari target pengadaan sebesar 694.432 ton setara beras.

Capaian tersebut sejalan dengan kinerja Perum Bulog secara nasional yang hingga 3 Juni 2026 telah menyerap 3.020.883 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo, mengatakan pihaknya masih terus mengoptimalkan pengadaan gabah dan beras dari petani dengan memanfaatkan potensi panen musim tanam kedua yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Barat.

“Pengadaan tahun ini tetap kami lakukan baik untuk gabah maupun beras. Kami melihat masih terdapat potensi panen dari musim tanam kedua di beberapa daerah sehingga serapan akan terus kami maksimalkan untuk mendukung pencapaian target pengadaan,” ujar Nurman dalam keterangannya, Kamis 4 Juni 2026.

Menurutnya, keberhasilan penyerapan gabah dan beras tahun ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut dinilai mampu memberikan kepastian harga dan pasar bagi petani.

“Penetapan HPP sebesar Rp6.500 per kilogram terbukti memberikan kepastian bagi petani. Kebijakan ini menjadi instrumen penting untuk menjaga kesejahteraan petani sekaligus memastikan pasokan beras nasional tetap terjaga,” katanya.

Nurman menambahkan, tingginya serapan gabah dan beras juga berdampak positif terhadap penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini stok beras yang dikelola Bulog secara nasional telah melampaui 5 juta ton, menjadikannya salah satu capaian tertinggi dalam sejarah pengelolaan pangan nasional.

“Stok yang kuat menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga beras, menjalankan program bantuan pangan, serta menghadapi berbagai kemungkinan seperti bencana alam maupun gejolak pasar,” ungkapnya.

Dengan masih berlangsungnya panen di sejumlah daerah, Bulog optimistis target pengadaan nasional sebesar 4 juta ton setara beras dapat tercapai sebelum akhir tahun. Optimisme yang sama juga ditunjukkan Kanwil Jawa Barat yang menilai potensi panen musim tanam kedua masih cukup besar untuk mendukung peningkatan serapan dalam beberapa bulan mendatang.

“Kami optimistis target pengadaan dapat tercapai. Dukungan petani, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat cadangan beras nasional,” jelas Nurman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....