Inklusi Keuangan Jawa Barat Menguat, OJK Fokus Edukasi dan Perlindungan Konsumen
- 02 Jun 2026 19:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan melalui program edukasi dan perlindungan konsumen. Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menyampaikan bahwa sepanjang Januari hingga April 2026, OJK Jawa Barat bersama OJK Cirebon dan OJK Tasikmalaya telah melaksanakan 1.004 kegiatan edukasi keuangan dengan total peserta mencapai 1,81 juta orang.
Kegiatan edukasi ini dilakukan secara langsung, digital, maupun kolaborasi dengan pelaku jasa keuangan (PUJK). Segmen prioritas mencakup perempuan/IRT, pelajar dan mahasiswa, penyandang disabilitas, petani/nelayan, serta pelaku UMKM. “Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki pemahaman yang kuat terhadap produk dan layanan keuangan formal, sehingga mampu memanfaatkan jasa keuangan secara bijak,” ujar Darwisman dalam keterangan tertulisnya yang diterima RRI, Selasa 2 Juni 2026.
Dalam aspek perlindungan konsumen, sepanjang Triwulan I 2026, OJK Jawa Barat mencatat 567 layanan pengaduan dan 1.587 layanan walk-in customer terkait PUJK. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan pendampingan dan penyelesaian masalah keuangan.
Darwisman juga menyoroti maraknya kasus investasi dan pinjaman online ilegal. Sepanjang 2025, Jawa Barat mencatat 4.884 aduan terkait praktik keuangan ilegal, setara dengan 20 persen dari total nasional. “Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa literasi keuangan harus terus ditingkatkan agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam skema penipuan,” tegasnya.
Sejak 2025, Satgas PASTI Daerah Jawa Barat telah menangani berbagai kasus keuangan ilegal, termasuk penghentian aktivitas entitas seperti MBAStack, Golden Eagle International (UNDP), PT Riset Teknologi Internet, dan Next 15 yang terindikasi penipuan dan skema ponzi. Langkah ini menjadi bukti keseriusan OJK dalam melindungi masyarakat dari praktik merugikan.
Darwisman menekankan bahwa pengawasan tidak bisa dilakukan sendiri. OJK Jawa Barat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pelaku industri jasa keuangan untuk memastikan ekosistem keuangan tetap sehat dan inklusif.
“Tujuan utama kami adalah menjadikan sektor jasa keuangan di Jawa Barat tangguh, inklusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Edukasi dan perlindungan konsumen adalah dua pilar penting yang harus berjalan beriringan,” jelasnya.
Dengan langkah strategis ini, OJK Jawa Barat berharap inklusi keuangan tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem keuangan formal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....