Wali Kota Bandung Ingatkan Risiko Kebakaran saat Cuaca Tak Menentu

  • 01 Jun 2026 11:47 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berpotensi meningkatkan risiko kebakaran akibat korsleting listrik. Kondisi cuaca yang silih berganti antara hujan dan panas dinilai dapat memengaruhi kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan yang sudah berusia tua.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan sejumlah peristiwa kebakaran yang terjadi belakangan ini diduga dipicu oleh gangguan instalasi listrik yang dipengaruhi perubahan kondisi cuaca.

‎“Kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat bangunan menjadi lebih rentan. Saat hujan kondisi menjadi lembap, kemudian ketika cuaca kembali kering, risiko korsleting meningkat dan dapat memicu kebakaran,” ujar Farhan, Senin 1 Juni 2026.


‎Ia mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap instalasi listrik di rumah maupun bangunan yang digunakan sehari-hari. Menurutnya, langkah pencegahan menjadi cara paling efektif untuk menghindari terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar.

‎Farhan menekankan, bangunan yang telah berusia tua perlu mendapat perhatian khusus karena kondisi kabel dan instalasi listrik yang sudah lama berpotensi mengalami penurunan kualitas. Oleh karena itu, pengecekan rutin oleh tenaga profesional sangat dianjurkan guna memastikan keamanan instalasi listrik.

‎Selain mengingatkan potensi kebakaran, Pemerintah Kota Bandung juga terus mewaspadai ancaman banjir yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah. Kawasan Bandung bagian selatan dan timur, seperti Rancabolang dan Cimiru, masih kerap mengalami genangan saat curah hujan tinggi terjadi bersamaan dengan meningkatnya debit Sungai Citarum.

‎Menurut Farhan, persoalan banjir di Kota Bandung tidak bisa diselesaikan secara parsial karena berkaitan erat dengan sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang melibatkan sejumlah daerah di sekitarnya.

‎“Ketika Sungai Citarum meluap, dampaknya akan dirasakan juga oleh Kota Bandung. Karena itu penyelesaiannya harus dilakukan bersama-sama dengan Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi,” katanya.


‎Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat koordinasi lintas daerah dalam upaya pengendalian banjir. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari peningkatan kapasitas infrastruktur drainase, normalisasi saluran air, hingga pengelolaan kawasan resapan air agar mampu menampung limpasan air hujan dengan lebih baik.

‎Farhan juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar sistem drainase dapat berfungsi optimal.

‎Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat membantu mengurangi risiko bencana, baik kebakaran maupun banjir," yang kerap muncul akibat perubahan cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan di wilayah Bandung dan sekitarnya," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....