Kolaborasi Berbagai Pihak, Kunci Sukses Festival Paralimpaido di Kota Cimahi

  • 31 Mei 2026 17:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Kesuksesan penyelenggaraan “PARALIMPAIDO” Festival Kaulinan Urang Lembur dan Olahraga Tradisional Kamotekaran Disabilitas Se-Kota Cimahi tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Program yang masuk dalam Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 tersebut menjadi contoh sinergi antara komunitas budaya, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat.

Penanggung jawab kegiatan, Asnawi Patty, mengungkapkan bahwa dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat menjadi modal penting dalam merealisasikan festival tersebut. Kepercayaan yang diberikan dinilai sebagai bentuk pengakuan terhadap peran para pegiat budaya dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah.

"Dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat tidak terlepas dari bantuan dan rekomendasi Pemerintah Kota Cimahi melalui Disbudparpora serta berbagai pihak yang terus mendorong penguatan ekosistem kebudayaan," ujar Asnawi di sela kegiatan PARALIMPAIDO Festival Kaulinan Urang Lembur dan Olahraga Tradisional Kamotekaran Disabilitas Se-Kota Cimahi. Kegiatan yang digelar di halaman SLBN A Citeureup, Sabtu 30 Mei 2026

Menurut Asnawi, program fasilitasi kebudayaan memiliki peran strategis dalam membuka ruang kolaborasi antarpelaku budaya. Melalui dukungan tersebut, berbagai gagasan pelestarian budaya dapat diwujudkan secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Ia menilai bantuan program pemajuan kebudayaan sangat penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi lokal. Selain itu, program tersebut juga menjadi sarana pemberdayaan komunitas budaya agar mampu berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan kebudayaan daerah.

"Program fasilitasi ini menjadi ruang kolaborasi yang memungkinkan para pegiat dan pelaku budaya mengambil peran nyata dalam upaya pelestarian kebudayaan," ucapnya.

Asnawi juga mengapresiasi kerja sama seluruh tim penyelenggara yang telah mempersiapkan kegiatan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Sinergi, loyalitas, dan kesamaan visi antaranggota tim menjadi faktor utama yang mendukung kelancaran acara.

Dukungan fasilitas dari SLBN A Citeureup serta koordinasi yang baik dengan Ketua MKKS Kota Cimahi dan para kepala sekolah SLB se-Kota Cimahi turut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival. Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan secara inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Paralimpaido, para penggagas berharap nilai-nilai budaya lokal dapat terus diwariskan kepada generasi muda, termasuk penyandang disabilitas. Festival ini sekaligus menjadi bukti bahwa budaya merupakan ruang bersama yang dapat dinikmati, dipelajari, dan dilestarikan oleh semua kalangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....