Paralimpaido Ruang Inklusif Pelestarian Budaya bagi Siswa Disabilitas di Cimahi

  • 31 Mei 2026 17:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Sebanyak 45 siswa dari sembilan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kota Cimahi mengikuti kegiatan “PARALIMPAIDO” Festival Kaulinan Urang Lembur dan Olahraga Tradisional Kamotekaran Disabilitas Se-Kota Cimahi. Kegiatan yang digelar di halaman SLBN A Citeureup, Sabtu 30 Mei 2026 berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari peserta maupun tamu undangan.

Festival tersebut merupakan bagian dari Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 yang didukung Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pelestarian permainan tradisional sekaligus memperluas akses budaya bagi penyandang disabilitas.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Cimahi, Sekretaris DPRD Kota Cimahi, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, kepala bidang dari berbagai perangkat daerah, Ketua MKKS Kota Cimahi, serta para kepala sekolah SLB se-Kota Cimahi.

Selain melibatkan puluhan siswa, festival juga didampingi oleh sembilan guru pendamping dari masing-masing sekolah. Beragam kaulinan urang lembur dan olahraga tradisional diperkenalkan sebagai media pembelajaran, interaksi sosial, serta penguatan karakter peserta didik.

Penanggung jawab kegiatan, Asnawi Patty, menjelaskan bahwa Paralimpaido merupakan upaya menghadirkan ruang budaya yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya harus dapat dinikmati dan diwariskan oleh semua warga tanpa terkecuali.

"Pengenalan permainan tradisional kepada penyandang disabilitas bukan sekadar bentuk kepedulian, melainkan strategi untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan memastikan budaya lokal tetap hidup karena diwariskan oleh seluruh masyarakat," ujar Asnawi.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan misi EtnoSains Nusantara dan Pusat Studi Budaya dan Sejarah Sanghyang Hawu dalam memperluas pemerataan pemajuan kebudayaan. Melalui pendekatan tersebut, budaya lokal diharapkan menjadi ruang bersama yang dapat diakses seluruh kelompok masyarakat.

Festival Paralimpaido mengusung tema “Bermain Bersama Budaya Untuk Semua”. Tema tersebut menjadi pesan bahwa pelestarian budaya tidak mengenal batasan dan dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan di tengah keberagaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....