Pemprov Jabar Tunggu Keputusan Pusat Soal Bandara Husein

  • 30 Mei 2026 22:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat terkait rencana reaktivasi penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman menegaskan, operasional kembali Bandara Husein sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Karena itu, Pemprov Jabar saat ini hanya menanti keputusan resmi yang akan ditetapkan.

“Ya kita tunggu saja. Ini kan masalah kebijakan. Kami menunggu saja,” kata Herman, saat dimintai keterangan mengenai rencana tersebut. Sabtu 30 Mei 2026.

Rencana reaktivasi Bandara Husein kembali mencuat setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kota Bandung pada 25 Mei 2026. Pemerintah pusat disebut tengah mengkaji pembukaan kembali penerbangan komersial guna mendukung pemulihan ekonomi dan sektor pariwisata di Kota Bandung.

Sebelumnya, seluruh penerbangan komersial dari Bandara Husein dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Kebijakan ini sempat menimbulkan dinamika di masyarakat, terutama terkait aksesibilitas transportasi udara dari dan menuju Kota Bandung.

Pemerintah pusat juga dikabarkan tengah mendorong pemulihan sejumlah rute penerbangan domestik seperti Medan, Surabaya, dan Bali. Selain itu, terdapat wacana pembukaan kembali rute internasional menuju Singapura dan Kuala Lumpur sebagai bagian dari strategi memperkuat konektivitas Jawa Barat.

Sementara itu, Bandara Kertajati diproyeksikan lebih difokuskan untuk penerbangan internasional jarak jauh, layanan haji dan umrah, serta pusat pemeliharaan pesawat atau maintenance repair overhaul (MRO). Dengan demikian, pembagian peran antara Bandara Husein dan Kertajati diharapkan dapat saling melengkapi.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat mengungkap hasil pembahasan terkait sektor transportasi udara melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Oktober 2025. Dalam pernyataannya, Dedi menyebut Bandara Kertajati tetap akan difokuskan untuk penerbangan haji dan umrah, sedangkan Bandara Husein dibuka kembali untuk melayani penerbangan domestik dan internasional lainnya.

“Yang pertama, kita bahas Kertajati untuk jadi bandara haji dan umrah, peluangnya kayanya terbuka. Kedua, mengaktifkan kembali Bandara Husein, dua-duanya bisa hidup saling berdampingan,” ujar Dedi Mulyadi dalam pernyataannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....