Percepat Program MBG, Pemkab Sumedang Targetkan 240 Dapur SPPG Segera Beroperasi
- 30 Mei 2026 13:03 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat sasaran. Upaya tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) MBG yang dipimpin Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.
Dony menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penopang utama program MBG. Saat ini tercatat sebanyak 148 dapur SPPG telah beroperasi, 68 unit masih dalam tahap pembangunan, serta 28 unit disiapkan untuk menjangkau wilayah terpencil.
Pemkab Sumedang menargetkan sebanyak 240 dapur SPPG dapat segera beroperasi sehingga cakupan penerima manfaat program MBG semakin luas. “Saya ingin dipercepat agar semua masyarakat segera menerima manfaat,” kata Dony.
Selain percepatan pembangunan dapur, pemerintah daerah juga memperkuat sistem pengawasan dan transparansi pelaksanaan program melalui optimalisasi portal mbg.sumedangkab.go.id. Portal tersebut menjadi sarana pemantauan berbagai aktivitas SPPG sekaligus memastikan seluruh pelaksana menjalankan program sesuai ketentuan.
“Arti penting portal MBG adalah meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program MBG, menciptakan kompetisi yang sehat antar mitra dan memastikan seluruh dapur menjalankan aturan,” ujarnya.
Melalui sistem tersebut, setiap dapur SPPG diwajibkan melaporkan menu harian yang disajikan kepada penerima manfaat. Laporan tersebut dapat dipantau langsung oleh pemerintah maupun masyarakat sebagai bentuk transparansi pelaksanaan program.
Pemerintah daerah juga berencana memperkuat koordinasi lintas sektor dengan menggelar rapat khusus bersama kepala sekolah, unsur Forkopimcam, camat, kepolisian, TNI, hingga pengelola SPPG. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait pelaksanaan dan pengawasan program MBG.
Di bidang sumber daya manusia, Pemkab Sumedang akan menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Sumedang guna meningkatkan kompetensi relawan dan tenaga kerja yang terlibat dalam operasional dapur MBG. Program pelatihan dan sertifikasi akan diberikan agar kualitas layanan tetap terjaga.
Selain itu, sistem pengawasan operasional dapur juga diperkuat melalui penerapan absensi elektronik bagi kepala SPPG. Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan kedisiplinan pengelola serta menjaga kelancaran distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat.
Program MBG juga mulai menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Dari 148 dapur yang telah beroperasi, program ini tercatat menyerap sekitar 7.400 tenaga kerja. Sementara perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp149,92 miliar setiap bulan.
Pemkab Sumedang juga memastikan kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dipasok dari komoditas lokal yang didistribusikan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Skema tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan program secara jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....