Terminal Leuwipanjang Tambah Sarana Pascapemindahan Layanan Dari Cicaheum
- 29 Mei 2026 14:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pengelola Terminal Leuwipanjang menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya penumpukan bus setelah layanan bus dari Terminal Cicaheum dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang. Pemindahan tersebut dilakukan menyusul rencana pemanfaatan Terminal Cicaheum sebagai depo Bus Rapid Transit (BRT).
Adapun layanan yang dipindahkan meliputi bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP). Hingga saat ini, sekitar 80 persen atau sebanyak 60 unit bus dari Terminal Cicaheum telah mulai beroperasi di Terminal Leuwipanjang.
Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat mengatakan, pihaknya telah menambah sarana dan prasarana guna mendukung kelancaran operasional terminal setelah adanya penambahan armada tersebut.
“kami siapkan jalur keberangkatan, kami atur headway. Jadi, bus yang belum waktunya berangkat tidak berdiam di Terminal Leuwipanjang,” ujar Asep, Kamis 29 Mei 2026.
Menurutnya, pengaturan jadwal keberangkatan atau headway menjadi salah satu strategi utama agar arus kendaraan di dalam terminal tetap terkendali. Bus yang belum memiliki jadwal keberangkatan diminta tetap berada di pool masing-masing.
Dengan langkah tersebut, pengelola terminal berharap tidak terjadi penumpukan antara bus eksisting Terminal Leuwipanjang dengan armada yang dipindahkan dari Terminal Cicaheum.
“Jadi, kami kendalikan bus-bus yang dari Cicaheum masuk ke sini agar tidak terjadi penumpukan di Terminal Leuwipanjang. Sebagian bus yang belum waktunya berangkat harus stay di pool masing-masing,” katanya.
Di sisi lain, Asep memastikan para sopir bus maupun perusahaan otobus (PO) telah menerima kebijakan pemerintah terkait pengalihan layanan tersebut. Ia menyebut proses perpindahan armada berjalan cukup lancar meskipun pembangunan depo BRT di Terminal Cicaheum belum sepenuhnya dimulai.
“Kalau sopir bus sudah menerima, setiap PO juga sudah menerima. Jadi meski pengembang depo BRT di Cicaheum belum menutup, tapi tetap kita menyediakan tempat untuk pemindahan dari Cicaheum dan saat ini 80 persen bus sudah masuk,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi menjelaskan, pihaknya telah menerima surat edaran dari pemerintah pusat terkait pengalihan layanan AKAP dan AKDP ke Terminal Leuwipanjang.
“Kemarin itu hasil rapat, sudah ada surat edaran dan ada tindak lanjutnya untuk seluruh bus AKAP maupun AKDP dialihkan ke Terminal Leuwipanjang,” ucapnya.
Ia menambahkan, sosialisasi terus dilakukan kepada para sopir bus dan perusahaan otobus agar proses pengalihan layanan berjalan optimal. Selain itu, pihak terminal juga memberikan informasi kepada calon penumpang melalui pengeras suara.
“Kami juga di sini memberi pemberitahuan untuk para penumpang, yaitu lewat pengeras suara karena di sini kan ada sebagian penumpang yang belum tahu,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....