Kesbangpol Kota Bandung Data Ulang 230 Ormas
- 29 Mei 2026 13:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung mencatat saat ini terdapat sekitar 230 organisasi masyarakat (ormas) yang terdaftar di Kota Bandung. Untuk memastikan keberlangsungan dan keaktifan organisasi tersebut, Kesbangpol berencana menggelar silaturahmi sekaligus pendataan ulang terhadap seluruh ormas dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Andri Darusman mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergi antar organisasi sekaligus menjaga kondusivitas Kota Bandung ke depan.
“Kami berharap organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat dapat menjadi kekuatan bersama, bukan justru saling menunjukkan kekuatan masing-masing,” ujar Andri, Jumat 29 Mei 2026.
Menurutnya, keberadaan ormas dan LSM memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarorganisasi perlu terus diperkuat agar tercipta suasana yang harmonis di Kota Bandung.
Selain melakukan pendataan ulang, Kesbangpol Kota Bandung juga memiliki gagasan untuk menggelar jambore organisasi masyarakat. Kegiatan tersebut direncanakan menjadi wadah silaturahmi, kolaborasi, sekaligus mempererat hubungan antarormas di Kota Bandung.
Andri menilai, jambore ormas dapat menjadi daya tarik tersendiri sekaligus sarana membangun kebersamaan antarorganisasi. Dengan hubungan yang baik, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban kota.
Ia menegaskan, kondusivitas Kota Bandung menjadi hal yang sangat penting, terutama menjelang tahapan Pemilu mendatang. Menurutnya, stabilitas keamanan akan sangat berpengaruh terhadap sektor ekonomi dan pariwisata di Kota Bandung.
“Kami ingin Bandung tetap aman dan nyaman karena salah satu kekuatan ekonomi Kota Bandung berasal dari sektor wisata dan kunjungan masyarakat,” katanya.
Andri menjelaskan, Kota Bandung tidak memiliki sektor pertanian maupun perkebunan besar sebagai penopang utama ekonomi daerah. Oleh sebab itu, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta kenyamanan kota menjadi modal utama yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan budaya yang dinilai mampu mendukung promosi daerah, salah satunya kegiatan Milangkala Tatar Sunda. Menurutnya, kegiatan budaya tersebut mampu menarik perhatian masyarakat luar daerah terhadap budaya Bandung dan Jawa Barat.
“Promosi budaya seperti Milangkala Tatar Sunda sangat membantu memperkenalkan Bandung dan Jawa Barat kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Andri juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang lebih baik dan kondusif. Ia menilai penyampaian aspirasi tidak harus selalu dilakukan melalui aksi demonstrasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Ia mencontohkan pendekatan penyampaian aspirasi yang dilakukan dalam sebuah kegiatan di Pangandaran, di mana masyarakat tetap dapat menyampaikan masukan kepada pimpinan daerah tanpa menimbulkan suasana yang tidak nyaman.
“Tujuan utamanya adalah menjaga kondusivitas Kota Bandung agar tetap menjadi kota yang nyaman dikunjungi dan dihuni,” ucapnya.
Menurut Andri, Kota Bandung memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan, salah satunya kondisi cuaca yang relatif sejuk dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia.
“Bandung memiliki keunggulan dari sisi cuaca dan lingkungan yang relatif sejuk dibandingkan beberapa daerah lain. Hal itu menjadi salah satu kekuatan Kota Bandung yang harus dijaga bersama,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....