Peringati Hari Lanjut Usia, Ratusan Lansia Ikuti Refleksi Gratis di Bandung
- 29 Mei 2026 11:53 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang jatuh pada 29 Mei dimanfaatkan RX Relaxology untuk menghadirkan layanan pijat refleksi gratis bagi para lansia. Kegiatan yang berlangsung di outlet RX Relaxology Bandung Electronic Center (BEC), Jumat 29 Mei 2026, disambut antusias oleh para peserta lanjut usia yang ingin mendapatkan relaksasi sekaligus menjaga kesehatan tubuh mereka.
Supervisor sekaligus Penanggung Jawab Outlet RX Relaxology BEC, Alvina mengatakan, program tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan kesehatan para lansia yang kerap mengalami berbagai keluhan fisik akibat faktor usia.
“Untuk sekarang, tanggal 29 Mei, kami memperingati Hari Lanjut Usia Nasional. Kami menyadari bahwa para lansia juga membutuhkan relaksasi berupa pemijatan refleksi selama 30 menit. Hari ini peserta dibagi menjadi dua batch, masing-masing lima orang lansia untuk menjalani treatment,” ujar Alvina, jumat 29 Mei 2026.
Sebelum menjalani terapi, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani proses registrasi dengan pendataan identitas sesuai KTP, mulai dari nama, tanggal lahir hingga usia peserta. Setelah itu, peserta mendapatkan sambutan awal atau welcome step sebelum memasuki ruang terapi refleksi.
“Para lansia yang sudah hadir akan didata terlebih dahulu sesuai KTP. Setelah pendataan selesai, mereka mendapatkan welcome step di awal sebelum terapi dimulai,” katanya.
Menurut Alvina, jumlah peserta di outlet RX Relaxology BEC ditargetkan mencapai 10 orang lansia. Namun pihaknya optimistis jumlah peserta yang datang akan melebihi target karena tingginya antusiasme masyarakat terhadap program kesehatan gratis tersebut.
Ia menjelaskan, sebagian besar lansia yang mengikuti terapi refleksi memiliki keluhan kesehatan seperti kram kaki, pegal-pegal, nyeri persendian, hingga kesulitan berjalan. Bahkan beberapa peserta datang menggunakan tongkat karena keterbatasan kondisi fisik.
“Biasanya untuk usia 60 tahun ke atas, keluhan yang sering muncul itu kram, sakit di bagian kaki, pegal-pegal, bahkan ada yang sudah kesulitan berjalan dan menggunakan tongkat. Terapi refleksi ini bertujuan membantu meringankan keluhan tersebut sekaligus membuat lansia lebih rileks,” jelasnya.
Program refleksi gratis tersebut juga menjadi bagian dari upaya pencatatan Rekor MURI untuk kategori pijat refleksi lansia terbanyak. Kegiatan dilaksanakan serentak di 31 outlet Relaksologi di seluruh Indonesia dengan melibatkan lebih dari 500 lansia.
“Program ini merupakan yang pertama dalam rangka Rekor MURI kategori pijat lansia terbanyak. Kegiatan diselenggarakan serentak di 31 outlet di seluruh Indonesia, salah satunya di Kota Bandung,” ucapnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut hanya digelar satu hari dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional. Para peserta diperoleh dari lingkungan sekitar, keluarga, hingga panti jompo yang sebelumnya telah didata sesuai target masing-masing outlet.
“Sebenarnya acaranya hanya hari ini saja, tanggal 29 Mei. Prosesnya dimulai dari mencari peserta di lingkungan terdekat, keluarga, maupun dari panti jompo. Untuk outlet RX Relaxology BEC sendiri targetnya 10 orang, tetapi kalau melebihi target tentu tidak masalah,” katanya.
Salah seorang peserta, Sofia Kuraesin (60), warga Ciwastra, mengaku tertarik mengikuti program tersebut setelah mendapat informasi dari tetangganya. Ia penasaran ingin mencoba terapi refleksi khusus lansia karena sebelumnya hanya pernah menjalani terapi biasa di pusat perbelanjaan.
“Saya baru dengar ada program refleksi untuk lansia. Saya jadi penasaran rasanya seperti apa direfleksi terapi ini. Sebelumnya saya hanya pernah terapi biasa seperti di mal. Saya tahu program ini dari Bu Indra, tetangga saya,” ujarnya.
Sofia mengaku memiliki sejumlah keluhan kesehatan yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman. Di antaranya kaki sering kaku, sulit tidur, vertigo, hingga kondisi mata yang mulai buram.
“Saya ingin mencoba karena memang ada keluhan kesehatan. Kaki sering kaku saat berjalan, pernah kuku kaki membeku sampai tersandung selama beberapa hari, juga pernah mengalami vertigo berat walaupun sekarang sudah membaik. Selain itu saya juga sering susah tidur,” katanya.
Ia berharap terapi refleksi tersebut dapat membantu tubuhnya terasa lebih ringan dan meningkatkan kualitas kesehatannya di usia lanjut.
“Saya senang sekali karena kebetulan usia saya sudah 60 tahun dan termasuk lansia. Mudah-mudahan setelah direfleksi badan terasa lebih ringan, lebih semangat, dan aktivitas jadi lebih baik. Kalau memang cocok, saya ingin melanjutkan terapi ini demi kesehatan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....