Pocong Jadi-Jadian Resahkan Warga, Gubernur Minta Aktivasi Kembali Siskamling

  • 28 Mei 2026 16:25 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kemunculan orang berkostum pocong di sejumlah wilayah Jawa Barat dipandang bukan hanya iseng. Aktivitas tersebut dinilai meresahkan warga, mengganggu ketertiban umum, hingga memicu dugaan tindak kriminal di lingkungan permukiman.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta warga kembali mengaktifkan siskamling dan patroli malam untuk mengantisipasi keresahan akibat aksi pocong di berbagai daerah. Ia menilai patroli warga dan koordinasi cepat antarwarga penting untuk mencegah keresahan meluas.

Fenomena tersebut mencuat setelah muncul laporan orang berkostum pocong berkeliaran di jalan raya dan permukiman sambil meminta uang kepada pengendara. Sejumlah warga juga mengaku terganggu karena aksi tersebut dilakukan hingga malam hari.

"Ini pocong memang menjadi hal yang meresahkan warga. Kalau di Lembang dan di Bandung, pocong dioperasi Satpol PP, karena keluarnya salah. Nah, harusnya pocong keluar malam hari, ini siang hari untuk minta-minta ke setiap mobil yang lewat," kata Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Kamis, 28 Mei 2026.

Dedi menilai aksi tersebut sudah mengganggu kenyamanan masyarakat dan ketertiban lalu lintas. Ia menyebut aktivitas semacam itu tidak bisa lagi dianggap candaan biasa.

"Dan ini meresahkan warga, mengganggu kenyamanan dan ketertiban lalu lintas," tegasnya.

Ia juga mengungkap adanya laporan dugaan pencurian dan aksi mengetuk rumah warga yang dilakukan oknum berkostum pocong. Menurutnya, pola seperti itu perlu diwaspadai bersama.

"Di berbagai tempat ada pocong yang dikejar warga karena mencuri kambing. Ada pocong yang ngetuk-ngetuk rumah dengan berbagai modus," ucap Dedi.

Dedi meminta warga kembali menghidupkan ronda malam dan sistem keamanan lingkungan. Kentongan, alarm, dan patroli warga dinilai penting untuk mempercepat respons terhadap gangguan keamanan.

"Ada alarm yang bisa dibunyikan saat ada sesuatu yang dianggap bahaya, termasuk pocong yang mengganggu kenyamanan warga. Ada kentongan kalau di desa-desa," ujarnya.

Pemprov Jawa Barat juga akan memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri untuk menjaga keamanan lingkungan tetap kondusif. Ia tetap mengingatkan warga waspada tanpa terpancing kepanikan.

"Mari kita hadapi berbagai hal yang mengganggu warga dengan sungguh-sungguh dan mari kita bersama menjaga keamanan dan ketertiban warga. Untuk warga, panik jangan. Salam untuk semuanya," tutup Dedi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....