Gubernur Turun Tangan Atasi Tumpukan Sampah di Bandung Raya
- 28 Mei 2026 16:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Persoalan sampah di Bandung Raya kembali mencuat ke permukaan. Tumpukan sampah yang terlihat di sejumlah titik menimbulkan keresahan warga sekaligus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah tegas dengan turun langsung ke lapangan untuk mengomandoi penanganan darurat.
Dalam arahannya, Dedi menargetkan persoalan sampah di wilayah Bandung Raya dapat dituntaskan dalam waktu tiga hari. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi sampah menahun yang mengganggu kenyamanan masyarakat. “Pagi hari ini saya akan berangkat ke Bandung untuk mengomandoi seluruh wilayah Bandung Raya agar sampahnya selesai dalam waktu tiga hari ke depan sehingga tidak ada lagi sampah yang menahun,” ujar Dedi Mulyadi, Kamis 28 Mei 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, saat ini terdapat sekitar 113 ton sampah menumpuk di berbagai titik. Sebagian di antaranya sudah lama tidak tertangani, sehingga menciptakan pemandangan kurang sedap sekaligus berpotensi menimbulkan masalah lingkungan. Kondisi ini menuntut langkah cepat dan terukur dari pemerintah daerah.
Dedi mengakui, persoalan sampah di kawasan metropolitan Bandung Raya kerap memburuk setiap libur panjang. Volume sampah meningkat drastis, sementara proses pengangkutan dan penanganan di lapangan tidak selalu berjalan optimal. “Setiap libur panjang pasti melahirkan tumpukan sampah yang mungkin tidak selesai ditangani pasca libur itu,” katanya.
Atas dasar itu, Gubernur memilih untuk turun langsung memastikan eksekusi di lapangan berjalan sesuai target. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar penanganan darurat dapat dilakukan secara efektif. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan kenyamanan warga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Tidak berhenti pada penanganan darurat, Dedi menegaskan Pemprov Jabar akan membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. “Ke depan kita akan fokus melakukan pengelolaan sampah dengan baik, baik yang berada di TPA maupun yang masih ada di rumah-rumah,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah akan dilakukan melalui dua pendekatan utama. Pertama, optimalisasi pengelolaan di tempat pembuangan akhir (TPA). Kedua, penguatan pengolahan sampah berbasis lingkungan permukiman. Dengan demikian, penanganan tidak hanya bergantung pada TPA pusat, tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif.
Salah satu strategi kunci yang akan didorong Pemprov Jabar adalah pembentukan sistem pengelolaan sampah skala kecil di level desa dan kelurahan. Upaya ini diyakini dapat mengurangi ketergantungan terhadap TPA pusat secara signifikan, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi, Dedi optimistis persoalan sampah di Bandung Raya dapat ditangani lebih baik di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....