Fenomena Seks Bebas Jadi Peringatan Serius Bagi Institusi Pendidikan Tinggi

  • 28 Mei 2026 16:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Fenomena seks bebas di kalangan mahasiswa dinilai sebagai peringatan serius bagi kehidupan akademik di kawasan kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Lingkungan pendidikan yang selama ini dikenal sebagai pusat lahirnya kaum intelektual dinilai menghadapi persoalan etika sosial yang semakin sulit diabaikan.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menilai pembenahan kawasan kampus tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik maupun aktivitas akademik. Ia menyebut penguatan nilai, perilaku, dan budaya pergaulan mahasiswa juga harus menjadi perhatian bersama.

"Jatinangor, memang ini adalah kawasan yang harus ditata. Dari mulai segi etika," kata Vini dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei 2026.

Sorotan menguat usai beredar video mahasiswa bertoga dari perguruan tinggi di Jatinangor yang menyebut seks bebas sebagai pengalaman paling berkesan selama kuliah. Pernyataan tersebut dinilai mencerminkan perubahan cara pandang terhadap kehidupan kampus yang dianggap mulai kehilangan batas kepantasan.

Sebagai alumni Universitas Padjadjaran (Unpad), Vini mengaku kecewa dengan ucapan tersebut. Ia menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan secara terbuka karena dapat merusak citra institusi pendidikan.

"Mohon maaf, ada mahasiswa dengan bangganya pakai baju toga Unpad. Terus (ditanya) apa yang paling berkesan kuliah di Unpad. Saya orang (Unpad), jadi kesal. (Katanya) enaknya adalah hubungan free seks. Alhamdulillah sekarang videonya dicari sudah enggak ada," ungkapnya.

Menurut Vini, perguruan tinggi semestinya menjadi ruang pembentukan karakter dan tanggung jawab moral generasi muda. Ia mengingatkan kebebasan di lingkungan kampus tidak boleh berkembang tanpa kesadaran etika dan kontrol sosial.

"Mani nyeuri hate (sangat sakit hati) saya, dibilang begitu," pungkas Vini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....