Ketua Viking Sebut Bobotoh Jangan Generalisasi ITB soal Polemik di Media Sosial
- 26 Mei 2026 15:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, mengimbau bobotoh agar tidak menggeneralisasi Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai pihak yang anti terhadap suporter Persib. Hal itu disampaikan menyusul polemik yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Tobias bersama beberapa perwakilan bobotoh lainnya menghadiri pertemuan silaturahmi bersama jajaran pimpinan ITB pada Senin 25 Mei 2026. Pertemuan tersebut digelar menyusul ramainya perdebatan di media sosial X terkait unggahan akun @itbfess yang memicu polemik di kalangan pendukung Persib Bandung.
Selama periode waktu konvoi juara Persib di akhir pekan kemarin, sejumlah perdebatan panas terjadi di media sosial X antara bobotoh dan mahasiswa ITB terkait beberapa kejadian yang dianggap mencoreng nama bobotoh.
Polemik bermula dari sejumlah unggahan yang viral di media sosial, mulai dari gerbang ITB Jatinangor yang tercoret hingga keluhan mahasiswa yang mengaku kesulitan mendapatkan layanan ojek online untuk memesan makanan. Konten-konten tersebut kemudian dikaitkan dengan mahasiswa ITB dan memicu reaksi keras.
Beberapa narasi yang dinilai rasis, merendahkan, dan menggeneralisasi bobotoh pun bermunculan. Dampaknya, muncul anggapan di media sosial bahwa ITB anti-bobotoh dan tidak peka terhadap masyarakat maupun kondisi sosial di Kota Bandung.
Menanggapi hal tersebut, Tobias menegaskan bahwa ITB tidak membenci bobotoh. Ia menyebut banyak mahasiswa ITB yang juga merupakan pendukung Persib, termasuk anggota Viking.
“Setelah berdiskusi, kami perwakilan bobotoh ingin menyampaikan bahwa sebenarnya ITB tidak membenci bobotoh. Banyak juga bobotoh yang kuliah di ITB,” kata Tobias.
Ia mengatakan jajaran pimpinan kampus seperti rektor, wakil rektor, hingga sejumlah dekan juga merupakan bobotoh. Karena itu, menurutnya, narasi yang menyebut ITB anti-bobotoh tidak tepat dan berpotensi memperkeruh suasana.
Tobias pun mengimbau seluruh bobotoh untuk tetap menjaga kondusivitas dan keamanan Kota Bandung serta tidak menganggap pernyataan di media sosial mewakili seluruh civitas akademika ITB.
“Jangan sampai pernyataan tersebut dianggap mewakili seluruh mahasiswa ataupun keluarga besar ITB,” ujarnya, Senin 25 Mei 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Tobias menyebut pihak bobotoh dan kampus sama-sama sepakat bahwa tindakan yang memicu polemik tidak dapat dibenarkan. Ia mengatakan pihak kampus juga telah menyampaikan rencana untuk mengambil langkah tegas sesuai aturan internal yang berlaku.
Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Bandung, Tata Cipta, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan berharap hubungan antara ITB, Viking, bobotoh, serta masyarakat Bandung tetap harmonis.
Ia menegaskan pihak kampus tidak membenarkan pernyataan yang bersifat provokatif dan memecah belah. Menurutnya, tindakan tersebut bukan bagian dari budaya akademik yang dijunjung di Bandung.
“Kita semua adalah satu keluarga besar. Mari bersama-sama menjaga Bandung agar tetap aman dan kondusif,” kata Tata Cipta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....