Pertemuan ITB Dengan Bobotoh, Rektor Tegaskan Kampus Tidak Anti-Persib

  • 26 Mei 2026 14:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung — Pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama perwakilan bobotoh dari menggelar pertemuan silaturahmi di Kampus ITB, Senin 25 Mei 2026. Pertemuan itu menyusul ramainya perdebatan di media sosial X terkait unggahan akun @itbfess yang memicu polemik di kalangan pendukung Persib Bandung.

Sebelumnya Persib menjuarai BRI Super League 2025/2026 pada Sabtu 23 Mei 2026, disusul rangkaian pawai hingga Minggu 24 Mei 2026. Selama waktu tersebut, sejumlah perdebatan panas terjadi di media sosial X antara Bobotoh dan Mahasiswa ITB terkait beberapa kejadian yang dianggap mencoreng nama Bobotoh.

Polemik bermula dari beberapa unggahan seperti gerbang ITB Jatinangor yang tercoret hingga keluhan mahasiswa yang sulit mendapat driver ojol untuk memesan makan yang beredar di media sosial dan dikaitkan dengan mahasiswa ITB. Konten tersebut memicu reaksi keras di akun @itbfess, beberapa narasi yang dinilai rasis dan merendahkan bermunculan untuk menggeneralisir bobotoh.

Dampaknya, hal itu juga memunculkan narasi bahwa ITB disebut anti-bobotoh serta tak peka terhadap masyarakat dan peristiwa sosial. Perdebatan meluas di media sosial dan menjadi perhatian publik di Kota Bandung.

Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang semakin meluas antara bobotoh dan civitas akademika ITB. Ia berharap pertemuan ini mampu menyudahi perdebatan tak berujung itu.

“Kami ingin menyampaikan kepada teman-teman bobotoh bahwa ITB tidak membenci bobotoh. Banyak juga bobotoh yang kuliah di ITB, bahkan pimpinan kampus juga banyak yang bobotoh,” kata Tobias, Senin 25 Mei 2026.

Ia mengimbau bobotoh agar tidak menggeneralisasi persoalan yang muncul di media sosial sebagai sikap seluruh mahasiswa maupun keluarga besar ITB.

Menurut Tobias, pihak kampus juga telah menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai aturan internal yang berlaku di lingkungan kampus.

Sementara itu, Rektor ITB, Tata Cipta, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan berharap persoalan tersebut tidak memecah hubungan baik antara ITB dan bobotoh Persib.

“Saya sampaikan permohonan maaf karena telah terjadi kegaduhan. Kita tahu kehidupan di media sosial kadang berkembang menjadi bola salju yang besar dan berdampak pada kerukunan. Kami tidak ingin ITB dan teman-teman Viking, para bobotoh maupun Persib saling berhadapan untuk sesuatu yang sebenarnya sama-sama tidak kita setujui,” ujar Tata Cipta, Senin 25 Mei 2026.

Ia menegaskan kampus tidak membenarkan pernyataan yang bersifat provokatif, menghasut, maupun memecah belah. Menurutnya, sikap semacam itu tidak mencerminkan budaya akademik di Bandung.

Tata juga memastikan pihak kampus akan mengambil langkah sesuai aturan etika kemahasiswaan yang berlaku di ITB.

“Tentu akan ada tindakan sesuai aturan etika yang berlaku di ITB. Kami sama sekali tidak membenarkan, bahkan menyesalkan dan mengutuk pernyataan yang bersifat provokatif, menghasut, dan memecah belah. Itu bukan ciri budaya akademik yang ada di Bandung,” kata Tata.

Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak sepakat menjaga kondusivitas Kota Bandung serta meredam polemik yang berkembang di media sosial. Mereka juga menegaskan bahwa Persib dan bobotoh merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Bandung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....