Program Gentengisasi Dimulai dari Jawa Barat, Dorong IKM Genteng Ber-SNI

  • 25 Mei 2026 16:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kementerian Perindustrian melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJ) menegaskan komitmennya mendukung program gentengisasi atau penggantian atap rumah dengan genteng yang dimulai dari Jawa Barat. Kepala BSKJ, Emmy Suryandari, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjawab kebutuhan standar kualitas genteng di masyarakat.

Emmy menjelaskan, hingga saat ini genteng belum termasuk dalam kategori produk dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib. Namun, Kementerian Perumahan Rakyat mendorong agar genteng yang digunakan dalam program ini adalah produk yang sudah memenuhi standar SNI. “Kami memfokuskan agar genteng ber-SNI bisa segera berjalan di Jawa Barat, karena ini menyangkut kualitas dan keselamatan masyarakat,” ujarnya. Senin 25 Mei 2026.

Program gentengisasi tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga membuka peluang besar bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Jawa Barat. Dengan adanya permintaan genteng ber-SNI, IKM lokal diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing produk mereka di pasar nasional.

Menurut Emmy, percepatan penerapan SNI genteng di Jawa Barat menjadi prioritas. “Seharusnya ada tahapan waktu, tetapi kami prioritaskan agar IKM bisa segera berkontribusi. Ini bentuk bantuan kami untuk memastikan produk genteng Jawa Barat ikut mendukung program pemerintah,” katanya menambahkan.

Selain aspek teknis, program ini juga memiliki dimensi sosial. Genteng ber-SNI diyakini lebih tahan lama dan aman, sehingga dapat meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam menyediakan rumah layak huni, terutama di daerah yang rawan bencana atau memiliki iklim ekstrem.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik langkah ini, mengingat wilayah Jabar memiliki banyak IKM produsen genteng yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Dengan adanya standar yang jelas, produk genteng dari Jawa Barat diharapkan mampu menembus pasar lebih luas dan menjadi contoh bagi daerah lain.

Emmy menekankan, kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program gentengisasi. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari Pemprov Jabar, Kementerian Perumahan, hingga rumah sakit yang terlibat dalam program ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan,” jelasnya.

Ke depan, program gentengisasi di Jawa Barat diharapkan menjadi model nasional. Dengan penerapan SNI genteng, masyarakat tidak hanya mendapatkan hunian yang lebih layak, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri lokal yang berdaya saing. “Gentengisasi bukan sekadar mengganti atap, tetapi membangun fondasi kualitas hidup yang lebih baik,” tutup Emmy.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....