DLH Kota Bandung Temukan Tumpukan Botol dan Bekas Flare di Jalur Konvoi Persib
- 24 Mei 2026 12:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menemukan banyak sampah botol plastik, bekas flare, hingga potongan mercon di sejumlah titik usai perayaan kemenangan Persib Bandung. Kawasan yang paling banyak dipenuhi sampah berada di sepanjang Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Cikapayang, hingga jalur Pasupati menuju Sukajadi.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto menyebut kondisi tersebut menjadi “anomali” karena dominasi sampah botol ditemukan hampir di seluruh jalur perayaan.
“Begitu kita sisir sepanjang Jalan Dago ke atas, botol itu di mana-mana. Selain sampah botol plastik dan sampah plastik biasa,” ujar Darto, Minggu 24 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, pada pukul 05.30 WIB di area Cikapayang saja, petugas berhasil mengumpulkan enam karung sampah botol plastik. Selain itu, ditemukan pula tiga karung besar berisi bekas flare yang ditinggalkan massa.
“Yang kedua ternyata flare, bekas flare. Itu dapat tiga karung besar di area Cikapayang. Belum termasuk yang di Jembatan Pasopati,” katanya.
Menurut Darto, titik dengan kondisi sampah terparah berada di kawasan depan Pusdai hingga sepanjang Jalan Pasupati menuju Sukajadi. Sementara area menuju Pasteur relatif lebih bersih.
“Yang paling kotor itu dari mulai depan Gedung Sate sampai arah Sukajadi. Kalau dari Sukajadi ke arah Pasteur masih aman, tidak terlalu kotor,” ucapnya.
Untuk menangani tumpukan sampah tersebut, DLH Kota Bandung mengerahkan puluhan personel dan armada kebersihan selama dua hari operasi pembersihan. Sebanyak 69 petugas penyapu jalan diterjunkan, didukung dua motor sampah, lima mobil pikap, satu truk biasa, serta satu truk kompaktor.
DLH memperkirakan volume sampah yang diangkut mencapai tujuh truk per hari. Jika satu truk mampu menampung sekitar delapan ton sampah, maka total sampah yang terkumpul diperkirakan mencapai 56 ton dalam sehari.
“Perkiraannya tujuh truk. Kalau satu truk sekitar delapan ton, berarti bisa sekitar 56 ton. Itu untuk dua hari pembersihan,” jelasnya.
Darto menambahkan, petugas sebenarnya telah mulai membersihkan sejumlah area sejak Sabtu malam. Namun proses pembersihan terkendala banyaknya massa Bobotoh yang masih bertahan di beberapa titik hingga menjelang pagi.
“Tadi malam area-area yang bisa dijangkau sudah kita bersihkan, terutama yang paling parah. Tapi masuk jam enam pagi, massa sudah mulai berdatangan lagi. Di Cikapayang itu sampai setengah enam pagi masih banyak yang berkumpul,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....