DLH Bandung Kerahkan Tujuh Truk Sampah saat Pesta Juara Persib

  • 24 Mei 2026 11:45 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengerahkan sedikitnya tujuh truk sampah untuk menangani lonjakan sampah selama perayaan juara Persib Bandung di sejumlah titik Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. Petugas kebersihan masih menunggu massa Bobotoh mulai berkurang sebelum proses pembersihan dilakukan secara maksimal.

‎Kepala DLH Kota Bandung, Darto mengatakan, kondisi keramaian di pusat kota membuat armada pengangkut sampah belum bisa bergerak leluasa hingga siang hari.

‎“Hari ini tujuh truk untuk satu hari. Seperti kita lihat, kita perkirakan sampai sore massa belum akan beranjak. Jadi nanti pas acara di depan JPO itu kemungkinan paling cepat jam tiga sore baru massa mulai berkurang. Kalau massa sudah berkurang, baru kita mulai bisa bergerak. Sebelum itu nggak bisa gerak,” ujar Darto, minggu 24 Mei 2026.

‎Menurutnya, titik keramaian perayaan juara Persib tersebar di berbagai kawasan utama Kota Bandung. DLH mencatat sedikitnya ada enam titik besar yang dipenuhi lautan Bobotoh sejak pagi hingga siang hari.

‎“Seluruh Kota Bandung. Kita deteksi ada enam titik utama tempat kerumunan massa. Dari mulai area sini, kemudian area Cikapayang dan Jembatan Layang, area Gedung Sate, area Islamic Center, sampai area Graha Persib ke Taman Radio penuh semua. Ditambah lagi sepanjang Jalan Dago ke atas,” katanya.



‎Kerumunan ribuan Bobotoh yang memadati pusat kota tidak hanya menimbulkan kepadatan lalu lintas, tetapi juga berdampak pada meningkatnya volume sampah, terutama sampah botol minuman plastik dan kaca yang berserakan di sepanjang jalur konvoi dan titik kumpul massa.

‎Meski demikian, Darto menegaskan pihaknya memahami euforia masyarakat yang tengah merayakan keberhasilan Persib meraih gelar juara. Ia menilai perayaan merupakan hal yang wajar, namun masyarakat tetap diminta menjaga kebersihan dan keselamatan bersama.

‎“Iya, kita layak merayakan kegembiraan dan juara ini. Kita layak bergembira. Bagi yang memang tidak bisa menghindari membawa minuman, nggak apa-apa,” ucapnya.

‎Namun, ia mengimbau Bobotoh untuk tidak memecahkan botol minuman di jalanan karena sangat menyulitkan proses pembersihan. Pecahan kaca juga dinilai membahayakan masyarakat maupun petugas kebersihan.

‎“Jangan dipecahin botolnya. Karena semakin dipecahin semakin sulit. Penanganan botol itu sudah sulit. Begitu mobil penyapu masuk, pecahan botol nggak bisa kesedot mesin penyapu, jadi harus dipungut satu-satu. Kalau kondisi utuh masih lebih mudah. Bayangkan kalau kondisinya pecah, dan itu banyak sekali yang pecah,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....