Bulog Salurkan Bantuan Pangan di Arjasari dan Stok Beras Nasional Dipastikan Aman
- 23 Mei 2026 14:28 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Perum Bulog kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat sebagai bagian dari program bantuan pemerintah yang rutin dilaksanakan di berbagai daerah. Kali ini, pendistribusian Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah alokasi Februari dan Maret 2026 digelar di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu 23 Mei 2026.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, bantuan pangan tersebut merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto yang diberikan kepada 33,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Untuk di Arjasari ini, satu desa terdapat 1.442 kepala keluarga yang mendapat bantuan. Hari ini sudah masuk gelombang kedua dan mudah-mudahan selesai seluruhnya,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani usai kegiatan pendistribusian bantuan, digelar di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu 23 Mei 2026.
Ia menjelaskan, setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras untuk dua bulan serta 4 kilogram minyak goreng untuk periode yang sama. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat yang masuk dalam kategori Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Desil 1 hingga 3.
“Bantuan ini diharapkan memberikan stimulus kepada saudara-saudara kita dan meringankan dampak tekanan ekonomi global yang sedang terjadi saat ini,” katanya.
Menurutnya, masyarakat sangat menantikan program bantuan pangan tersebut karena dinilai cukup membantu memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Selain memastikan penyaluran bantuan berjalan lancar, Bulog juga menegaskan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman. Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan, cadangan pangan Bulog saat ini mencapai 5,38 juta ton di seluruh Indonesia.“Masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu, stok kita banyak dan diperkirakan bisa bertahan sampai bulan Maret–April tahun depan,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap isu pemanasan global yang dikhawatirkan dapat memengaruhi produksi pangan nasional. Menurutnya, pemerintah bersama Kementerian Pertanian telah menjalankan berbagai program pendukung, seperti pompanisasi, agar petani tetap dapat bercocok tanam.
“Masih ada potensi panen minimal satu periode lagi, bahkan bisa dua kali panen lagi tergantung irigasinya,” katanya.
Khusus di Jawa Barat, stok beras hingga saat ini tercatat mencapai 845 ribu ton. Jawa Barat disebut menjadi lumbung pangan terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Timur, sekaligus menjadi daerah pemasok beras ke sejumlah wilayah lain seperti Riau dan Natuna.
Tak hanya itu, Bulog juga telah mengusulkan penambahan program bantuan pangan untuk bulan-bulan berikutnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI yang dipimpin Titiek Soeharto.
“Kami sudah mengajukan penambahan bantuan pangan untuk bulan-bulan berikutnya dan alhamdulillah disetujui oleh Komisi IV DPR RI. Mudah-mudahan hasil keputusan tersebut akan kami dorong ke rapat terbatas tingkat Menko Pangan,” ucapnya.
Dalam penyalurannya, penerima manfaat diwajibkan memenuhi sejumlah syarat administrasi, di antaranya membawa surat undangan dari Dinas Sosial dan kartu tanda penduduk (KTP). Jika pengambilan bantuan diwakilkan anggota keluarga lain, maka wajib membawa kartu keluarga (KK).
“Semua penerima bantuan merupakan masyarakat Desil 1 sampai 3 berdasarkan data Dinas Sosial masing-masing daerah. Data tersebut kemudian kami cross-check melalui aplikasi bantuan pangan Bulog agar semuanya terdata dengan baik sampai pusat,” jelasnya.
Sementara itu, warga Arjasari penerima bantuan, Ibu Dede, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.“Alhamdulillah, terima kasih. Bantuan ini sangat membantu,” katanya singkat.
Hal serupa disampaikan warga lainnya, Otong, yang merasa senang mendapat bantuan pangan dari pemerintah.“Harapannya gembira saja dikasih bantuan pangan. Dari Bapak Presiden Prabowo, terima kasih sebanyak-banyaknya,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....