Wali Kota Bandung Evaluasi Event Lari agar Tak Ganggu Lalu Lintas Kota
- 18 Mei 2026 10:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai event lari yang digelar di Kota Bandung. Evaluasi tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara penyelenggaraan kegiatan olahraga dengan kelancaran arus lalu lintas masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan event lari saat ini telah menjadi bagian dari identitas dan kondusivitas kota-kota besar di Indonesia, termasuk Bandung. Karena itu, pemerintah tetap mendukung penyelenggaraan event olahraga tersebut dengan memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat.
“Ya, kita akan pelajari berbagai macam jalur yang memungkinkan kita bisa tetap lari tanpa kemudian mengganggu jalur-jalur utama,” ujar Farhan, Senin 18 Mei 2026.
Farhan mengakui, rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan event masih perlu diperbaiki. Ia pun meminta maaf kepada masyarakat apabila kegiatan tersebut sempat menimbulkan kemacetan maupun gangguan trafik di sejumlah titik jalan.
Menurutnya, Kota Bandung sebagai salah satu destinasi wisata nasional harus mampu menjaga keseimbangan kepentingan seluruh pihak, baik masyarakat, wisatawan, maupun komunitas olahraga.
“Mohon maaf apabila mengganggu trafik, tapi harap bersabar karena bagaimanapun juga Kota Bandung ini salah satu tempat tujuan wisata, jadi kita harus menjaga keseimbangan kepentingan semua orang,” katanya.
Ia juga menanggapi berbagai kritik terkait penyelenggaraan event lari yang beberapa waktu terakhir menuai perhatian publik. Farhan menyebut, dari sisi penyelenggara, pelaksanaan kegiatan sebenarnya sudah berjalan baik, terutama karena event tersebut diikuti pelari nasional dan internasional.
Menurutnya, sejumlah lomba lari di Bandung bahkan menjadi ajang resmi yang memperebutkan poin kualifikasi untuk kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
“Penyelenggara mengatakan standarnya sudah bagus, terutama untuk para pelari nasional dan internasional karena ini adalah kejuaraan resmi yang memperebutkan nilai untuk kualifikasi berbagai macam kejuaraan,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkot Bandung tetap akan mengevaluasi pengaturan waktu dan jalur kegiatan agar tidak mengganggu aktivitas warga. Selama ini, pembatasan waktu pelaksanaan telah diterapkan sejak dini hari hingga pukul 05.00 WIB.
Namun, kondisi lalu lintas di Bandung pada waktu subuh ternyata sudah cukup padat sehingga diperlukan pengaturan baru yang lebih efektif.
“Kita sedang mengatur lagi bagaimana caranya agar pengaturan jalan ini tidak kemudian mengganggu masyarakat. Jalur-jalurnya juga akan diperhatikan, terutama jalur yang tidak mengganggu aktivitas utama warga,” jelasnya.
Farhan juga menyinggung adanya sedikit ketegangan yang terjadi di kawasan Asia Afrika saat pelaksanaan event berlangsung. Kendati demikian, ia memastikan seluruh persoalan akan ditangani bersama oleh pemerintah dan pihak terkait.
Menurutnya, kota yang baik adalah kota yang ramah bagi pejalan kaki dan penggemar olahraga lari. Hal tersebut, kata Farhan, telah diterapkan di banyak kota besar dunia.
“Jalan yang paling baik untuk di kota itu adalah jalan yang ramah untuk para pejalan kaki dan para penggemar olahraga lari. Itu diterapkan di mana-mana di seluruh dunia,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....