Tiga Hari Pencarian, Pekerja Bangunan Hanyut di Cikapundung Ditemukan
- 17 Mei 2026 16:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Seorang pekerja bangunan, Johan (56) yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Cikapundung, Kota Bandung akhirnya berhasil ditemukan tim SAR setelah tiga hari pencarian. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Jembatan BBWS, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 16 Mei 2026 malam.
Komandan Tim SAR Gabungan, Ikhwan, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 19.30 WIB oleh personel SAR yang melakukan penjagaan dan penyisiran di wilayah Batujajar. Sebelumnya korban terbawa arus di wilayah Cidadap, Kota Bandung saat sedang memperbaiki tembok pesantren di sisi bantaran sungai.
“Tim yang berjaga di kawasan Jembatan BBS menerima laporan adanya penemuan jasad. Setelah itu kami langsung menuju lokasi untuk memastikan identitas korban,” ujar Ikhwan saat dikonfirmasi, Minggu 17 Mei 2026.
Menurut dia, tim SAR yang berada di Baleendah segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat setelah menerima informasi tersebut. Selanjutnya, proses identifikasi dilakukan oleh Tim Inafis Polres Cimahi.
Karena identifikasi awal belum memastikan kecocokan identitas, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pemeriksaan lanjutan. Hasil pemeriksaan memastikan jasad tersebut merupakan Johan.
Ikhwan menjelaskan, kepastian identitas diperoleh dari sejumlah ciri fisik yang dikenali pihak keluarga, termasuk kondisi gigi korban, serta pencocokan data digital.
“Ciri-ciri fisik korban sesuai dengan keterangan keluarga, kemudian diperkuat dengan data digital sehingga dipastikan korban adalah Johan yang sebelumnya dilaporkan hanyut,” katanya.
Ia menerangkan, korban diduga terbawa arus hingga ke wilayah Kabupaten Bandung Barat karena aliran Sungai Cikapundung terhubung dengan Sungai Citarum. Debit air yang deras menyebabkan tubuh korban terseret cukup jauh dari lokasi awal kejadian.
Tim SAR juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, khususnya ketika hujan turun di wilayah hulu. Menurut Ikhwan, kenaikan debit air dapat terjadi secara mendadak dan membahayakan keselamatan warga di bantaran sungai.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak lengah saat berada di area sungai,” ujarnya.
Sejak hari pertama pencarian, tim SAR gabungan melakukan penyisiran dari kawasan pesantren di Cidadap hingga Teras Cikapundung menggunakan perahu karet dan penyisiran darat di sejumlah titik bantaran sungai. Area pencarian kemudian diperluas pada hari berikutnya hingga akhirnya korban ditemukan pada Sabtu malam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....