Pemkot Bandung Klaim Sampah usai Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Meningkat

  • 17 Mei 2026 14:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung mengakui adanya peningkatan volume sampah usai pelaksanaan Pageraan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga. Meski demikian, penanganan sampah dipastikan tetap terkendali melalui penyesuaian sistem pengangkutan dan kolaborasi lintas instansi.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, lonjakan sampah terjadi seiring tingginya antusiasme masyarakat yang memadati sejumlah ruas jalan selama kegiatan budaya tersebut berlangsung.

‎“Memang ada peningkatan sampah, tapi Alhamdulillah kami bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi melakukan beberapa modifikasi terhadap ritasi pengangkutan. Sehingga insya Allah di hari Minggu ini minimal tidak terjadi penumpukan yang dahsyat,” ujar Farhan, Minggu 17 Mei 2026.


‎Menurutnya, penyesuaian ritasi pengangkutan dilakukan untuk mempercepat proses pembersihan di titik-titik keramaian, terutama kawasan yang menjadi jalur utama kirab budaya. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi kebersihan kota tetap terjaga meskipun aktivitas masyarakat meningkat selama perayaan budaya berlangsung.

‎Farhan menuturkan, setelah rangkaian kegiatan kirab selesai, pengelolaan sampah akan kembali berjalan normal. Namun demikian, Pemerintah Kota Bandung tetap memanfaatkan momentum ini untuk menguji sejumlah metode baru dalam pengolahan sampah.

‎Salah satu metode yang saat ini tengah diuji coba adalah sistem “kompos pit”, yakni metode pengolahan sampah organik yang diharapkan mampu mengurangi beban sampah harian Kota Bandung secara signifikan.

‎“Nah, besok kan sudah masuk kota baru, itu kita akan jalani seperti biasa. Tapi intinya ada satu metode yang namanya kompos pit yang sedang kita uji untuk mengetahui apakah memang betul selama 30 hari kompos pit ini bisa mengurangi rata-rata pengolahan sampah sampai 500 ton per hari,” katanya.

‎Ia menjelaskan, uji coba metode tersebut masih terus berlangsung dan membutuhkan waktu evaluasi selama satu bulan penuh untuk melihat efektivitasnya dalam menekan volume sampah kota.

‎“Tapi percobaannya mesti 30 hari, ini lagi kita coba dulu sekarang. Mudah-mudahan berhasil,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....