Tim SAR Lanjutkan Pencarian Pekerja Bangunan Hanyut di Sungai Cikapundung
- 15 Mei 2026 15:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Seorang pekerja bangunan yang hanyut di aliran Sungai Cikapundung, Kota Bandung, belum ditemukan hingga Jumat 15 Mei 2026. Korban sebelumnya dilaporkan hanyut pada Kamis 14 Mei 2026 dang Tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian.
Komandan Tim SAR Gabungan, Ikhwan, mengatakan korban terbawa arus saat membersihkan peralatan bangunan di bawah lingkungan Pesantren Nurul Huda pada sore hari. Saat itu, debit air Sungai Cikapundung yang semula tenang mendadak meningkat dari arah hulu.
“Korban terbawa arus dan tenggelam. Sampai hari kedua ini kami masih melaksanakan proses pencarian,” kata Ikhwan, Jumat 15 Mei 2026.
Ikhwan juga menjelaskan, laporan kejadian diterima tim SAR sekitar pukul 18.30 WIB. Untuk mempercepat pencarian, area penyisiran dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU pertama menyisir dari lokasi kejadian hingga kawasan Teras Cikapundung. SRU kedua bergerak dari Teras Cikapundung menuju Sumur Bandung, sedangkan SRU ketiga menyisir dari Sumur Bandung sampai kawasan PLN Bandung di Jalan Asia Afrika.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan perahu karet milik potensi SAR serta melakukan penyisiran manual di sepanjang bantaran sungai. Sekitar 60 personel gabungan dari Tim SAR, BPBD, dan relawan diterjunkan dalam pencarian.
“Karena kondisi sungai dangkal, kami menggunakan river boat dan juga melakukan penyusuran manual di bantaran sungai,” ujarnya.
Ikhwan mengungkapkan medan pencarian cukup menjadi hambatan. Selain kondisi sungai yang dangkal, akses menuju bantaran Sungai Cikapundung juga menjadi kendala bagi petugas di lapangan.
“Hambatan utama saat ini kondisi sungai yang dangkal dan akses menuju pinggir sungai yang cukup sulit,” katanya.
Di sisi lain, rekan kerja korban, Arif (37), menuturkan korban saat itu tengah mencuci alat bangunan dan membersihkan sepatu usai bekerja di proyek pondok pesantren. Korban sempat berupaya menyelamatkan diri ketika air sungai tiba-tiba membesar, nahasnya arus yang besar membuat korban terjebak.
“Korban pekerja bangunan yang sedang mengerjakan proyek di pondok pesantren. Saat kejadian dia sedang cuci alat dan bersihkan sepatu. Waktu air datang dia lari ke arah lain, bukan ke tangga. Waktu mau balik lagi air sudah besar dan hanyut,” katanya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB ketika korban berada seorang diri di tepi sungai. Arif menyebut kawasan itu memang dikenal rawan karena debit Sungai Cikapundung sering meningkat secara mendadak.
“Di sini memang rawan, air sering tiba-tiba deras. Sebelumnya juga pernah ada santri yang terbawa arus,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....