Pemkot Bandung Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Potensi Kemarau Panjang

  • 14 Mei 2026 10:03 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi air berjalan normal di seluruh wilayah Kota Bandung.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kondisi sumber air baku Kota Bandung hingga saat ini masih sangat bergantung pada sejumlah pasokan dari berbagai sumber, baik dari pemerintah provinsi maupun kerja sama dengan pihak lainnya.

‎“Sumber air baku kita betul-betul sangat tergantung kepada berbagai macam sumber,” ujar Farhan, Kamis 14 Mei 2026.


‎Menurutnya, ancaman utama saat musim kemarau adalah berkurangnya debit air di sejumlah titik sumber air baku. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap distribusi air bersih melalui jaringan PDAM, terutama di kawasan yang selama ini rawan mengalami penurunan tekanan air.

‎“Risikonya adalah pipa-pipa PDAM di beberapa titik akan mengalami kekeringan,” katanya.

‎Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkot Bandung telah menyiapkan sejumlah langkah darurat, salah satunya dengan kembali mengaktifkan armada tangki pengangkut air bersih. Nantinya, tangki tersebut akan disiagakan untuk menyuplai kebutuhan air warga di wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.

‎“Kesiapan tangki pengangkut air bersih akan segera kita aktifkan lagi,” ucapnya.

‎Farhan menegaskan, kesiapan logistik dan respons cepat menjadi prioritas utama pemerintah kota dalam menghadapi potensi krisis air saat musim kemarau. Seluruh perangkat daerah terkait telah diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memetakan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

‎Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan untuk memastikan pasokan air bersih tetap stabil selama musim kemarau berlangsung. Pemkot Bandung juga akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi debit air di sejumlah sumber utama.


‎Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk mulai melakukan penghematan penggunaan air dalam aktivitas sehari-hari. Pemerintah menilai kesadaran kolektif masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau.

‎Farhan menambahkan, langkah antisipatif sejak dini diperlukan agar dampak kemarau panjang tidak berkembang menjadi krisis yang lebih besar di tengah masyarakat.‎“Yang penting kita siap dari sekarang,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....